Menu

Mode Gelap

perdagangan orang · 22 Sep 2021 01:53 WITA ·

Usai Gelar Perkara, Polisi Akan Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Perdagangan Orang di Manggarai Timur


 Usai Gelar Perkara, Polisi Akan Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Perdagangan Orang di Manggarai Timur Perbesar

Ilustrasi Tersangka. (Net)


Borong, Floreseditorial.com – Kasus Human Trafficking yang berhasil diungkapkan Unit Jatanras Polres Manggarai beberapa waktu lalu, kini dalam penanganan pihak Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Timur (Matim).

Hal itu disampaikan Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo melalui Paur Humas Polres Manggarai, Ipda I Made Budiarsa saat dikonfirmasi media ini via telephone, Selasa (21/9/2021) siang.

Dikatakan Ipda Made, kasus tersebut ditangani oleh pihak Polres Manggarai Timur lantaran Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas kasus itu berada di wilayah hukum Polres Matim.

“Kasusnya di proses di Manggarai Timur, karena TKP dan waktu kejadiannya itu di wilayah hukum Polres Manggarai Timur,” jelasnya.

Kata dia, pihak Polres Manggarai hanya membantu menggagalkan rencana para pelaku. Selanjutnya, para pelaku diserahkan ke pihak Polres Matim.

Polres Manggarai hanya membantu untuk menggagalkan saja. Usai diamankan, kita koordinasi dengan pihak Polres Manggarai Timur dan malamnya setelah kejadian itu, pelaku langsung di jemput pihak Polres Manggarai Timur,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Ipda Agustian Sura Pratama, saat dihubungi wartawan terkait informasi proses penanganan para pelaku atas kasus tersebut membenarkan bahwa, saat ini para pelaku sudah berada di Polres Matim.

“Para pelaku sudah di Polres Matim. Ini baru mau kita siapkan gelar perkara untuk penetapan tersangka,” kata Ipda Agustian.

Dari hasil penyelidikan sementara, terang Ipda Agustian, para pelaku mengaku bahwa mereka dipekerjakan oleh Bos Besar PT. Gajah Mada yang berada di Jakarta.

“Bos besarnya ada di Jakarta, dari PT. Gajah Mada,” terangnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih diproses oleh pihak Polres Matim.

Diberitakan sebelumnya, anggota Unit Jatanras Kepolisian Resor (Polres) Manggarai berhasil mengendus informasi perekrutan tenaga kerja tersebut tanpa di lengkapi dengan dokumen yang sah, pada Jumat (17/9/2021) lalu, sekitar Pukul 12.30 Wita.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui pergerakan pelaku beserta korbannya yang saat itu sedang dalam perjalanan dari terminal Carep ke pangkalan travel Labuan Bajo dengan menggunakan sebuah mobil mikrolet jurusan Carep – Ruteng.

“Ketiga pelaku yang telah diamankan, masing-masing berinisial SH (51) bersama N (54) dua warga asal Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai dan MN (49) seorang warga Elar, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur,” ungkap Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo melalui Paur Humas, Ipda I Made Budiarsa dalam rilis yang diperoleh media.

Adapun kronologis kejadian, jelas Ipda Made, pada Sabtu tanggal 13 September 2021 sekitar pukul 18.30 wita, pelaku berinisial MN mendatangi rumah tiga calon Tenaga Kerja Antar Daerah (AKAD) yang beralamat di kampung Weong, Desa Rana Gapang, kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur yakni

Yulita Klaudia Molan (20), Teresia Nao (21thn), Alfonsa Tatu (21).

Ketiga calon tenaga kerja AKAD dengan dijanjikan oleh pelaku MN untuk mempekerjakannya sebagai karyawan toko di Jakarta dengan gaji senilai Rp.1.500.000 per bulan.

Sementara, di TKP lainnya pelaku berinisial N dan S H merekrut saudara Yohanes Jemael (20) di rumahnya yang beralamat di kampung Jong kowe, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, untuk dijadikan calon tenaga kerja AKAD sebagai tukang cuci mobil.

“Rencananya keempat calon Tenaga Kerja AKAD ini akan diberangkatkan ke Labuan Bajo dengan menggunakan transportasi darat, di Labuan Bajo keempat calon tenaga kerja ini akan di jemput oleh laki- laki bernama Bony, yang selanjutnya direncanakan akan diberangkatkan ke Jakarta keesokan harinya pada Hari Sabtu 18 September 2021, dengan Kapal Laut,” jelas Ipda Made.

“Kemudian Unit Jatanras melakukan penyelidikan dan pada hari Jumat tanggal 17 september 2021 sekitar jam 13.00 Wita, Unit Jatanras berhasil mengamankan para pelaku human Trafficking bersama calon tenaga kerja AKAD di depan warung Padang, samping Kantor BRI cabang Ruteng, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai,” terangnya.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Diduga Dibackup Aparat, Puluhan Ekor Sapi Betina Produktif Asal Matim Diselundupkan ke Bima Setiap Minggu

20 Oktober 2021 - 13:59 WITA

Belasan Pasangan Remaja di Ruteng Kepergok Sedang ‘Gituan’ di Dalam Kamar Kos

20 Oktober 2021 - 07:19 WITA

Sampah Sak Semen Hingga Pakaian Dalam Bekas Pakai Hiasi Area Sekitar Pelabuhan Wae Wole

19 Oktober 2021 - 16:16 WITA

Akui Tumpahan Minyak dari Kapal Bermuatan Semen, Syahbandar Pelabuhan Wae Wole Minta Maaf

19 Oktober 2021 - 14:09 WITA

Dianggap Meresahkan, Forum Pemuda Terlaing Laporkan Doni Pareira ke Polres Mabar

18 Oktober 2021 - 06:59 WITA

Kapal Bermuatan Semen Kembali Membuang Limbah di Perairan Wae Wole

17 Oktober 2021 - 06:50 WITA

Trending di Top News
error: Content is protected !!