Menu

Mode Gelap

dana BOS · 2 Agu 2021 14:39 WITA ·

Uang Korupsi Dana BOS SMPN I Reok Mengalir ke Para Guru


 Uang Korupsi Dana BOS SMPN I Reok Mengalir ke Para Guru Perbesar

Barang bukti pengembalian kerugian Negara. (Foto: Valerius Isnoho / FEC Media)


Manggarai, Floreseditorial.com –  Tim penyidik Kejaksaan Negeri Manggarai di Reo, menahan dua orang tersangka Dugaan Korupsi Dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS) SMPN I Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Keduanya adalah kepala sekolah dan bendahara di Sekolah tersebut.

Dalam keterangan yang diterima media ini, Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai, Bayu Sugiri, menuturkan, Kepala sekolah (Kepsek), Hubertus Ngondus, diduga melakukan tindak pidana korupsi selama empat tahun, sejak tahun 2017 hingga 2020 silam.

Beberapa fakta mengejutkanpun terungkap di balik tindak pidana Korupsi yang merugikan Negara senilai Rp.839.401.569,00 (Delapan Ratus tiga puluh sembilan juta Empat ratus satu ribu Lima ratus enam puluh sembilan rupiah) itu.

Terungkap, sekolah kerap melaksanakan Kegiatan Fiktif dan uangnya dibagikan-bagikan kepada para guru dan pegawai.

Tak cuma itu saja, sekolah ditengarai kerap melaksanakan Kegiatan yang tidak dilengkapi dengan bukti pertanggungjawaban yang lengkap dan memadai.

“Kerugian keuangan negara yang timbul akibat perbuatan Tersangka dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler Tahun Anggaran 2017, 2018, 2019, dan tahun 2020 pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) I Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai adalah sebesar Delapan Ratus tiga puluh sembilan juta Empat ratus satu ribu Lima ratus enam puluh sembilan rupiah,” kata Bayu.

Bayu merincikan, terdapat Pengeluaran Fiktif sebesar Rp 430.748.409 dan Terdapat Mark Up Pengeluaran sebesar Rp160.362.632

Selain itu, terdapat Pengeluaran yang tidak dilengkapi dengan pertanggungjawaban yang lengkap dan memadai sebesar Rp115.990.528 dan Kelebihan pembayaran Honor Tahun 2020 bagi 16 Pegawai Honorer SMPN 1 Reok sebesar Rp. 132.300.000

Meski demikian, kata Bayu, Kepsek dan Bendahara telah mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 441.102.858,00.

Untuk kepentingan penyidikan, Tim Penyidik menahan keduanya selama 20 hari di Rutan Polres Manggarai terhitung sejak tanggal 02 Agustus 2021. Penahan ini dilakukan berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Manggarai di Reo Nomor :Print-95/N.3.17.8/Fd.1/08/2021, tanggal 02 Agustus 2021.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Diduga Dibackup Aparat, Puluhan Ekor Sapi Betina Produktif Asal Matim Diselundupkan ke Bima Setiap Minggu

20 Oktober 2021 - 13:59 WITA

Belasan Pasangan Remaja di Ruteng Kepergok Sedang ‘Gituan’ di Dalam Kamar Kos

20 Oktober 2021 - 07:19 WITA

Sampah Sak Semen Hingga Pakaian Dalam Bekas Pakai Hiasi Area Sekitar Pelabuhan Wae Wole

19 Oktober 2021 - 16:16 WITA

Akui Tumpahan Minyak dari Kapal Bermuatan Semen, Syahbandar Pelabuhan Wae Wole Minta Maaf

19 Oktober 2021 - 14:09 WITA

Dianggap Meresahkan, Forum Pemuda Terlaing Laporkan Doni Pareira ke Polres Mabar

18 Oktober 2021 - 06:59 WITA

Kapal Bermuatan Semen Kembali Membuang Limbah di Perairan Wae Wole

17 Oktober 2021 - 06:50 WITA

Trending di Top News
error: Content is protected !!