Menu

Mode Gelap

News · 4 Agu 2021 12:48 WITA ·

Tanggapi Pemberitaan Flores Editorial, Dua OPD dan Anggota DPRD Matim Tinjau Proyek PUPR di Lamba Leda Selatan


 Tanggapi Pemberitaan Flores Editorial, Dua OPD dan Anggota DPRD Matim Tinjau Proyek PUPR  di Lamba Leda Selatan Perbesar

Rombongan saat melakukan peninjauan. (Foto: FEC Media / Pankra Yoris)




Manggarai Timur, Floreseditorial.com – Dua organisasi perangkat daerah (OPD) di kabupaten Manggarai Timur (Matim) dan Dua Anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Matim meninjau langsung dampak pelebaran ruas jalan Nancang, Kelurahan Mando Sawu, menuju Bajar, desa Bangka Kuleng, kecamatan Lamba Leda Selatan, Rabu (4/8/2021).

Peninjauan ini dilakukan, setelah Floreseditorial.com merilis berita dengan judul Proyek Dinas PUPR Matim Rusak Ratusan Meter Saluran Irigasi ke Persawahan warga, edisi 02 Agustus 2021.

Terpantau media ini, Dua OPD yang turun langsung ke lokasi adalah Dinas pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sementara dua Anggota DPRD dapil Lamba Leda Selatan dan Lamba Leda Timur yang turut hadir saat itu adalah Damu Damianus, wakil ketua dua DPRD Matim dan Bonefasius Asak Jeramat.

Saat ditemui, kepala dinas BPBD Matim, Petrus Sudin, mengatakan, pihaknya telah melihat secara langsung beberapa titik longsor dan akan berkoordinasi dengan dinas PUPR Matim

“Karena kita hanya melakukan pengukuran dan perencanaan, sedangkan pelaksanaanya dinas PUPR,” katanya.

Sementara Wakil ketua DPRD Matim, Damu Damianus, mengatakan, setelah membaca berita Flores Editorial terkait saluran irigasi yang tertimbun dan rusak akibat material penggalian pelebaran jalan ruas Mano-Bajar, DPRD Manggarai Timur bersama dinas teknis langsung berkoordinasi untuk turun ke lapangan agar bisa melihat dari dekat.

“Hal ini guna dipertimbangkan langkah kongkrit penanganannya secepat mungkin, sehingga petani dan pemilik lahan yang diairi oleh irigasi tersebut tetap bisa menanam pada musim tanam mendatang,” katanya.

Sementara itu kepala bidang bina Marga Dinas PUPR Matim, Ima Raydais, mengatakan, pihaknya  belum bisa memberikan keterangan kepada media.

“Nanti akan disampaikan oleh Humas PUPR,” ungkapnya.

Untuk diketahui, proyek pelebaran ruas jalan Nancang, kelurahan mando sawu, menuju Wae Buka, desa Golo Rengket, kecamatan lamba leda selatan, kabupaten Manggarai Timur (Matim) merusak ratusan meter  saluran irigasi ke persawahan warga setempat.

Pantauan media ini pada Senin (02/08/2021) lalu, terlihat ratusan meter saluran irigasi tertimbun material, beberapa titik diantarnya rusak parah tertimpa material.

TM, salah satu petani setempat yang terkena dampak dari pelebaran ruas jalan tersebut, menjelaskan, proyek swakelolah dengan pagu Rp. 300 juta itu membuat masyarakat tidak bisa mengolah sawah mereka.

“Sebab saat proyek berlangsung tanah galian telah menimbun saluran irigasi dan merusak beberapa titik saluran irigasi hingga jebol dan air tak bisa mengalir,” katanya, Senin (02/08/2021).

Dirinya berharap, agar proses pembangunan tidak merusak pembangunan lain yang sudah ada.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Sekda Matim Serahkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Berbasis Keluarga di Matim

22 Oktober 2021 - 09:32 WITA

Dituding Lakukan Provokasi Melalui Video, Doni Pareira: Itu Ekpresi Kepanikan Para Aktor Mafia Tanah di Labuan Bajo

17 Oktober 2021 - 14:13 WITA

PT. WGP Diduga Serobot Lahan Warga Desa Pantar

16 Oktober 2021 - 07:54 WITA

Ke Labuan Bajo, Presiden akan Resmikan Penataan Sejumlah Infrastruktur

14 Oktober 2021 - 02:26 WITA

Pemkab Mabar Terima Piagam Opini WTP dari Kemenkeu

13 Oktober 2021 - 06:35 WITA

Waspada, Uang Palsu Pecahan 100 Ribu Kembali Beredar di Manggarai Timur

9 Oktober 2021 - 12:07 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!