Menu

Mode Gelap

News · 21 Des 2020 11:02 WITA ·

Tak Memiliki Izin, Polisi Bubarkan Kegiatan Pemda Sikka Bersama Bank NTT


 Tak Memiliki Izin, Polisi Bubarkan Kegiatan Pemda Sikka Bersama Bank NTT Perbesar

Kabag Ops. Polres Sikka, AKP. Wilhelmus Sinlae, SH, ketika membubarkan semua tamu undangan yang mengikuti kegiatan di Kherubim Convention Hall (KCH), Maumere. (Foto: Yeremias Y. Sere)


Sikka, Floreseditorial.com – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Sikka membubarkan kegiatan launching Sistem Pengolahan Pajak Berbasis Online dan Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), yang diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sikka dan Bank NTT, pada Senin (21/12/2020).

Pasalnya, kegiatan yang berlangsung di Kherubim Convention Hall (KCH), Maumere dan dihadiri Bupati Sikka, Robi Idong, mantan Bupati Sikka lainnya seperti, Daniel Woda Pale dan Yosep Ansar Rera, jajaran Forkompinda dan OPD, beberapa Camat, Kepala Desa dan undangan lain tersebut, tidak memiliki izin dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka maupun Polres Sikka.

Pantauan floreseditorial.com, beberapa saat setelah Bupati Sikka bersama rombongan meninggalkan tempat itu, Aparat Polres Sikka di bawah pimpinan Kabag Ops. AKP. Wilhelmus Sinlae, membubarkan kegiatan tersebut. Yang mana, saat itu para undangan lainnya, masih menikmati santap siang.

Kepada floreseditorial.com, Kabag Ops. AKP. Wilhelmus Sinlae, menjelaskan, kegiatan yang digelar oleh Bapenda Sikka dan Bank NTT tersebut tak memiliki izin, baik dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka maupun dari pihak Polres Sikka sendiri.

“Inikan situasi pandemi covid-19 dan tidak mengantongi izin. Kalau ada kegiatan apapun, minimal ada izin dari Satgas Covid-19 dan pihak Kepolisian juga harus tahu. Kan, sudah diimbau berulang kali, bukan baru kali ini saja,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, jikalau ada surat izin, maka pihaknya juga akan datang untuk memantau lokasi dan meninjau kapasitas ruangan tempat kegiatan tersebut. Di mana, menurutnya, kapasitas sebuah ruangan harus sesuai yang diimbaukan, yakni hanya 50% orang saja yang bisa menempati kapasitas sebuah ruangan itu.

“Karena tidak memiliki izin, maka dengan berat hati kami akan membubarkan kegiatan ini. Kami minta Bapak – Ibu segera keluar dari ruangan ini. Bagi yang masih menyantap makanan, silahkan dilanjutkan tapi bagi yang sudah selasai makan, silahkan meninggalkan ruangan ini,” tegasnya.

Meskipun telah mendapat teguran dan peringatan dari pihak Kepolisian, namun kegiatan tersebut tetap dilanjutkan dengan Sosialisasi HAKI kepada seluruh Pelaku UMKM di Kabupaten Sikka, tetapi tetap memperhatikan protokoler kesehatan.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Sekda Matim Serahkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Berbasis Keluarga di Matim

22 Oktober 2021 - 09:32 WITA

Dituding Lakukan Provokasi Melalui Video, Doni Pareira: Itu Ekpresi Kepanikan Para Aktor Mafia Tanah di Labuan Bajo

17 Oktober 2021 - 14:13 WITA

PT. WGP Diduga Serobot Lahan Warga Desa Pantar

16 Oktober 2021 - 07:54 WITA

Ke Labuan Bajo, Presiden akan Resmikan Penataan Sejumlah Infrastruktur

14 Oktober 2021 - 02:26 WITA

Pemkab Mabar Terima Piagam Opini WTP dari Kemenkeu

13 Oktober 2021 - 06:35 WITA

Waspada, Uang Palsu Pecahan 100 Ribu Kembali Beredar di Manggarai Timur

9 Oktober 2021 - 12:07 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!