Menu

Mode Gelap

News · 6 Agu 2021 11:20 WITA ·

Siteru Bos PT. RMS dan Kadis Penanaman Modal dan PTSP Ende, Kanis Poto: SIUJPT Berbeda Dengan Izin Angkut Batubara


 Siteru Bos PT. RMS dan Kadis Penanaman Modal dan PTSP Ende, Kanis Poto: SIUJPT Berbeda Dengan Izin Angkut Batubara Perbesar

Kanisius Poto. (Foto: VoxNTT)



Ende, Floreseditorial.com – Bos PT. Rasyid Mando Sejahtera (PT. RMS) Joni Rasyid dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dinas Penanaman Modal dan PTSP) Kabupaten Ende, Kanisius Poto, saling bantah di media perihal izin Angkut Batubara yang dilakukan oleh PT.PMS dari Mausambi menuju Lokasi Pembangit Liistrik Tenaga Uap  (PLTU) Ropa.

Setelah sebelumnya, Joni Rasyid, menyebutkan bahwa perusahaannya  telah mengantongi izin angkut batubara dari Mausambi menuju PLTU Ropa secara lengkap dan telah ditandatangani oleh Kanis Poto selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, namun hal tersebut dibantah oleh Kanis Poto. Kanis bersikukuh dirinya belum menandatangani izin tersebut.

Ia menyebutkan, Surat Izin Usaha Jasa Pengurusan Transportasi atau SIUJPT berbeda dengan izin angkut khusus batubara.

“Surat Izin Usaha Jasa Pengurusan Transportasi atau SIUJPT itu merupakan surat izin pengangkutan umum. SIUJPT berlaku untuk izin angkut antar daerah kabupaten dan antar provinsi,” tegas Kanis Poto.

Menurutnya, SIUJPT tidak berlaku untuk izin angkut barubara didalam wilayah Kabupaten Ende. Karena, SIUJPT diberlakukan untuk angkutan antar kabupaten atau provonsi.

“Ya karena hanya mengantongi SIUJPT, maka saya menyatakan bahwa perusahaanya belum mengantongi izin khusus batubara. Karena aktivitas pengangkutan batubara dari Mausambi ke PLTU Ropa itu di wilayah Kabupaten Ende,” imbuhnya.

Kata dia, terkait izin yang sudah dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan PTSP adalah izin-izin lain untuk perusahaan tersebut. 

“Sedangkan izin khusus untuk pengakutan batubara sama sekali belum dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal. Karena dengan adanya izin khusus batubara, kita bisa menjaga agar tidak terjadi masalah – masalah disekitar wilayah pengakutan dan di lokasi pendropingan batubara,” ujar Kanis Poto.

Ia menegaskan, seharusnya, perusahaan yang telah menang tender pengangkutan batubara PLTU Ropa, harus menyampaikan izin permohonan tertentu. 

“Karena armada itu bukan milik perusahaan vendor. Kalaupun perusahaan vendor punya truck truck pengangkut itu tapikan tidak semua dimiliki oleh perusahaan vendor. Karena separuh truck truck yang ada itu disewa,” terang kanis.

Sehingga, katanya lebih lanjut, untuk menjaga keamanan dan kenyamanan itu, perlu ada rekomendasi dari Dinas Perhubungan. 

“Karena sarana infrastruktur yang digunakan adalah jalan milik pemerintah provinsi dan daerah. Karena jalan di wilayah pantai utara itu adalah jalan provinsi. Maka harus ada rekomendasi dari Dinas Perhubungan,” tambahnya lagi.

Menurutnya, perusahaan vendor harus memiliki izin angkutan khusus batubara dari mausambi menuju PLTU Ropa.

“Maka urusannya dengan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Ende dan untuk mengantongi izin angkut khusus barubara, kami harus melakukan survei dan uji kelayakan angkutan. Karena tidak semua truck bisa digunakan untuk mengangkut barubara,” tegasnya.

Ia menambahkan, yang menjadi polemik dan tengah dipersoalkan Masyarakat adalah Perusahan Vendor yang tidak mengikuti SOP yang diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup kepada PLTU. Karena pihak PLTU dalam kerjasamanya dengan perusahaan vendor wajib menyampaikan syarat – syarat yang diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup. 

“Ya karena perusahaan vendor tidak melaksanakan berdasarkan SOP maka tidak heran kalau masalah – masalah terjadi disana,” Kata kanis poto.

Kata dia, yang disampaikan oleh,  Joni Rasyid, selaku pemilik PT.RMS di media adalah dokumen perizinan untuk perusahaannya bukan untuk Ijin Angkut Batubara.

“Itu normatif untuk semua perusahaan, itu persyaratan wajib yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan yang bergelut di bidang apa saja,” tandasnya.

Pada bagian akhir wawancara Ia kembali menegaskan bahwa, sampai saat ini perusahaan vendor PT. RMS belum mengantongi izin khusus angkut batubara.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Sekda Matim Serahkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Berbasis Keluarga di Matim

22 Oktober 2021 - 09:32 WITA

Dituding Lakukan Provokasi Melalui Video, Doni Pareira: Itu Ekpresi Kepanikan Para Aktor Mafia Tanah di Labuan Bajo

17 Oktober 2021 - 14:13 WITA

PT. WGP Diduga Serobot Lahan Warga Desa Pantar

16 Oktober 2021 - 07:54 WITA

Ke Labuan Bajo, Presiden akan Resmikan Penataan Sejumlah Infrastruktur

14 Oktober 2021 - 02:26 WITA

Pemkab Mabar Terima Piagam Opini WTP dari Kemenkeu

13 Oktober 2021 - 06:35 WITA

Waspada, Uang Palsu Pecahan 100 Ribu Kembali Beredar di Manggarai Timur

9 Oktober 2021 - 12:07 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!