Menu

Mode Gelap

Hukrim · 13 Agu 2021 02:38 WITA ·

Sengkarut Ijazah Palsu Cakades Tango Molas, Praktisi Hukum: Sebaiknya Panitia Gugurkan yang Bersangkutan


 Sengkarut Ijazah Palsu Cakades Tango Molas, Praktisi Hukum: Sebaiknya Panitia Gugurkan yang Bersangkutan Perbesar

Alexius M. Adu. (Ist)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com – Calon Kepala Desa (Cakades) Petahana Tango Molas, Kabupaten Manggarai Timur, Paulus Caru Agung, diduga kuat menggunakan ijazah Palsu saat mendaftarkan diri sebagai Cakades di desa tersebut.

Data yang diperoleh media melalui salah seorang sumber media yang enggan namanya ditulis, mengatakan, calon kepala desa petahana, Paulus Caru Agung, mengantongi dua ijazah sekolah Dasar Inpres Kengko dengan nomor induk yang berbeda.

“Di salah satu ijazahnya, Paulus Caru Agung, tertulis nomor Induk 63, sementara di ijazah lainnya, tertulis Nomor induk 44, saya menduga ijazah -ijazah ini palsu,” katanya, Rabu (11/08/2021) lalu.

Menurutnya, perbedaan lain juga terlihat dari tanggal penandatangan ijazah. Salah satu ijazahnya, tertulis, ijazah tersebut ditandatangani oleh  Alm.Yakobus Paleng selaku kepala sekolah saat itu pada tanggal 23 Juni 1988. Sementara di ijazah lainnya, tertulis ijazah tersebut ditandatangani pada tanggal 28 Juni 1988.

Dugaan kuat, Paulus Caru Agung sengaja merekayasa dokumen ijazahnya agar bisa lolos seleksi calon kepala desa di desa tersebut.

Menanggapi hal tersebut, praktisi Hukum dan Politik, Alexius M. Adu, menjelaskan, sebaiknya panitia Pilakdes Tango Molas menggugurkan cakades bermasalah seperti Paulus Caru Agung.

“Untuk itu seorang Calon Kepala Desa harus sungguh-sungguh berkompeten, jujur, punya visi besar untuk membangun desanya, dan berintegritas,” kata Pria yang akrab disapa Lexy Kumpul itu.

Menurutnya, Jika yang bersangkutan terbukti membuat atau menggunakan Ijazah Palsu, maka wajib digugurkan. 

“Kita tertibkan mulai dari bawah, agar tak jadi preseden buruk,” imbuhnya. 

Kata dia, dalam rangka Good Governance, Desa harus dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang berintegritas tinggi. 

“Yang menggunakan Ijazah Palsu, buang ke laut. Matim punya segudang Sarjana yang jelas dan baik. This is The Right Time to Move On, mari kta gandeng tangan bekerja keras bangun Matim,” tambahnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai advokat itu menjelaskan, membuat atau menggunakan Ijazah Palsu terancam pasal 263 KUHP.

“Ancaman hukuman di atas lima tahun, ia bisa ditahan,” tutup Lexy Kumpul.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Belasan Pasangan Remaja di Ruteng Kepergok Sedang ‘Gituan’ di Dalam Kamar Kos

20 Oktober 2021 - 07:19 WITA

Toko Restu Borong Disegel Kelompok David Adoe

16 Oktober 2021 - 02:20 WITA

‘Bola Panas’ Golo Mori Diambil Alih Kejaksaan Tinggi?

7 Oktober 2021 - 07:33 WITA

Mantan Satpam PT. IndoMobil Pencuri Motor Ditangkap di Labuan Bajo

6 Oktober 2021 - 11:09 WITA

Ayah di Ende Berkali-kali Setubuhi Anak Kandung yang Masih Berusia 14 Tahun Hingga Hamil

2 Oktober 2021 - 14:06 WITA

Sengkarut Golo Mori, Petrus D. Ruman: Hukum Jadi Industri Tuk Menjaga Kepentingan Orang Tertentu

17 September 2021 - 06:11 WITA

Trending di Hukrim
error: Content is protected !!