Menu

Mode Gelap

News · 20 Nov 2021 02:54 WITA ·

Sempat Ditahan, Polisi Bebaskan 8 Pelaku Penangkapan 200 Ekor Branjangan di Manggarai Timur


 Polisi membebaskan 8 warga asal NTB yang menjadi pelaku penangkapan 200 Ekor burung Branjangan di Kawasan Tanjung Bendera, Kecamatan Kota Komba. (Foto: Dianflores.id) Perbesar

Polisi membebaskan 8 warga asal NTB yang menjadi pelaku penangkapan 200 Ekor burung Branjangan di Kawasan Tanjung Bendera, Kecamatan Kota Komba. (Foto: Dianflores.id)

Borong, Floreseditorial.com – Aparat kepolisian Sektor Wae Lengga, Kecamatan Kota Komba, akhirnya membebaskan 8 pelaku penangkapan 200 ekor burung Branjangan di Kawasan Tanjung bendera, kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Pembebasan warga asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu dilakukan pasca pihak kepolisian meminta rekomendasi pihak TWA Ruteng perihal jenis burung yang ditangkap.

”Tim TWA sudah cek, burung tersebut tidak termasuk dalam hewan yang dilindungi sebagaimana yang dimaksudkan dalam PP No 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, ” ungkap Kapolsek Kota Komba, Ipda I Komang Suita, Sabtu (20/11/2021).

Meski burung – burung tersebut tidak termasuk dalam hewan yang dilindungi, namun pihak kepolisian bersama TWA sepakat untuk melepas ratusan ekor burung tersebut kembali ke alam bebas.

Komang menjelaskan, warga asal Sape NTB itu pun dibebaskan setelah membuat surat penyataan untuk tidak mengulang kembali perbuatan mereka seperti mengambil atau menangkap hewan di wilayah Manggarai Timur tanpa seizin otoritas setempat.

Sebelumnya diberitakan, aparat kepolisian Sektor Kota Komba, Kecamatan Kota Komba, kabupaten Manggarai Timur dibantu Aparat TNI, menggagalkan upaya penyelundupan 200 ekor burung Jenis Branjangan.

Penggerebekan dilakukan aparat di Lokasi perburuan di wilayah Tanjung Bendera yang merupakan lokasi perburuan burung tersebut pada Selasa, (15/11) lalu.

Penggerebekan dilakukan berkat informasi dari warga sekitar yang curiga dengan aktivitas ke delapan warga asal Sape, Provinsi NTB yang selama satu Minggu berada di kawasan tersebut.

Saat itu, pihaknya belum mengetahui apakah Burung jenis Branjangan masuk dalam kategori satwa yang dilindungi atau tidak, namun pihaknya berinisiatif mengamankan para pelaku untuk mencegah perburuan yang lebih masif.

Artikel ini telah dibaca 81 kali

Baca Lainnya

Dikerjakan CV. Lando Tadong, Kualitas Proyek Lapen Rakas Lempo Dikeluhkan Warga

1 Desember 2021 - 00:25 WITA

Banjir Kepung Sejumlah Wilayah Dalam Kota Borong

27 November 2021 - 07:47 WITA

Ditinggal Mati Sang Istri Tercinta, Suami Asal Matim Ini Sebatang Kara di Kalimantan

26 November 2021 - 18:11 WITA

Terima Aliran Dana 156 Juta Setahun, Ketua DPRD Matim Dikabarkan Kontrak Rumah Sendiri Jadi Rumah Dinas

24 November 2021 - 12:25 WITA

Meski Belum Dinikmati Warga, Pemkab Matim Kembali Alokasikan Anggaran Beli Pipa Baru Untuk Fasilitas Air Minum Bersih Desa Rana Masak

21 November 2021 - 14:32 WITA

Agas Andreas Tak Hadiri Pelantikan Pengurus FORKOMA Matim

21 November 2021 - 03:07 WITA

agas 3
Trending di News
error: Content is protected !!