Menu

Mode Gelap

PLN · 4 Agu 2021 13:58 WITA ·

Sebut Kadis DLH Ende Omong Kosong, Yani Kota: Jangan Takut Bupati


 Sebut Kadis DLH Ende Omong Kosong, Yani Kota: Jangan Takut Bupati Perbesar

Anggota DPRD Ende, Yani Kota (Kiri) dan Kadis DLH Ende Abdul Haris Majid (Kanan). 



Ende, Floreseditorial.com – Politisi Partai Berkarya Kabupaten Ende, Yani Kota, menyebutkan, sejumlah jawaban yang disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ende, Abdul Haris Majid, terkait pemantauan di lokasi pengangkutan batubara Mausambi, hanya omong kosong dan seperti cerita dongeng semata. 

Hal ini disampaikan, Yani Kota, yang kelihatan kesal saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruangan paripurna Lembaga DPRD Ende. Selasa (2/8/2021) lalu. 

Pantauan media ini, dalam rapat itu, Yani Kota, bertanya kepada Abdul Haris Majid selaku Kepala DLHD Ende, terkait pengawasan proses bongkar muat batubara milik PLTU Ropa di Dermaga Mausambi. 

Namun jawaban yang diberikan oleh Kadis DLH, Abdul Haris Madjid, nampaknya belum memuaskan politisi partai Berkarya itu.

Saat RDP, kadis DLH Ende, menjawab seputar dampak dan tidak menjawab substansi pertanyaan anggota DPRD kabupaten Ende itu hingga menyebabkan kegaduhan saat RDP berlangsung.

“Sebentar pak kadis, saya tanya, saya sudah bilang ini omong kosong, ya cerita dongeng semua. Yang saya tanya bapak atau staf yang diwakili oleh DLH saat pembongkaran itu ada atau tidak di lokasi dan bukan saya tanya soal yang dijelaskan pak kadis,” kata Yani sedikit geram dalam rapat itu.

Saat itu, Kadis DLH, Abdul Haris Madjid menjawab dirinya dan stafnya, tidak ada di lokasi pembongkaran barubara di wilayah mausambi.

“Begitu jawabannya dan bukan jawab yang tidak saya tanya. Karena itu cerita omong kosong, seperti dongeng semua,” kata Yani.

Yani menyarankan, mestinya DLH wajib turun lokasi setiap kali ada proses bongkar muat batubara.

“Turun tidak perlu tunggu laporan dari masyarakat. Langsung datang. Apakah tunggu ada masyarakat yang mau mati, baru DLH datang. Kamu takut Pak Bupati ya. Karena Pak Bupati susah chating semua. Jangan takut, jadwalkan itu,” kata Yani Kota

Sementara Kadis DLHD mengatakan, selama ini memang ada upaya untuk melakukan monitoring. 

“Namun belum melakukan pemantauan di lokasi pemongkaran,” katanya.

Karena menurutnya, pihaknya akan melakukan monitoring apabila ada laporan dari masyarakat. 

“Tetapi selama ini tidak pernah ada laporan dari masyarakat. Makanya kami tidak turun lakukan monitoring,” kata Kadis DLH

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Diduga Dibackup Aparat, Puluhan Ekor Sapi Betina Produktif Asal Matim Diselundupkan ke Bima Setiap Minggu

20 Oktober 2021 - 13:59 WITA

Belasan Pasangan Remaja di Ruteng Kepergok Sedang ‘Gituan’ di Dalam Kamar Kos

20 Oktober 2021 - 07:19 WITA

Sampah Sak Semen Hingga Pakaian Dalam Bekas Pakai Hiasi Area Sekitar Pelabuhan Wae Wole

19 Oktober 2021 - 16:16 WITA

Akui Tumpahan Minyak dari Kapal Bermuatan Semen, Syahbandar Pelabuhan Wae Wole Minta Maaf

19 Oktober 2021 - 14:09 WITA

Dianggap Meresahkan, Forum Pemuda Terlaing Laporkan Doni Pareira ke Polres Mabar

18 Oktober 2021 - 06:59 WITA

Kapal Bermuatan Semen Kembali Membuang Limbah di Perairan Wae Wole

17 Oktober 2021 - 06:50 WITA

Trending di Top News
error: Content is protected !!