Menu

Mode Gelap

Top News · 2 Jan 2022 05:47 WITA ·

Psikolog: Angka Bunuh Diri Akan Meningkat di Tahun 2022


 Jefrin Haryanto, Konsultan dan Praktisi Psikologi pada Yayasan Mariamoe Peduli. (Foto: Ist) Perbesar

Jefrin Haryanto, Konsultan dan Praktisi Psikologi pada Yayasan Mariamoe Peduli. (Foto: Ist)

Borong, Floreseditorial.com – Di awal tahun 2022, warga Manggarai Timur (Matim) dihebohkan dengan peristiwa bunuh diri Siswi SMA Negeri X Borong.

Sejumlah informasi perihal penyebab di balik aksi nekad siswi yang diketahui bernama Siska itu pun perlahan terungkap ke Publik.

Korban, diduga kuat mengalami depresi karena rusaknya satu unit Laptop milik seseorang yang Ia sapa dengan sebutan mama Ti.

Terkuaknya hal ini diketahui melalui surat yang dituliskan oleh korban sebelum memutuskan mengakhiri hidupnya.

Dalam salinan surat dengan Tajuk Neka Hemong Baca Buat Mama Ti (Untuk Mama Ti Jangan Lupa Dibaca), korban menuliskan,  Mama Ti Neka Rabo Ai Poli Rusak Laptop Dite. Tapi mama Ti, eme rusak laku laptop Hitu, ho gi aku mata ribokn ga, tapi eme toe laku, Tama ngaji semoga dia Kole laptop Dite (Mama Ti, jika saya menjadi penyebab rusaknya laptop Mu, sekarang saya sudah Mati, tapi jika bukan karena saya, semoga laptop itu bisa normal kembali,red).

Sementara Praktisi Psikologi Pada Yayasan Mariamoe Peduli, Jefrin Haryanto, menjelaskan semua tentu kecewa karena tahun 2022 dibuka dengan kasus bunuh diri di kalangan remaja.

“Berita ini jadi tamparan yang serius bagi banyak pihak, karena lagi-lagi kita kecolongan” kata Jefrin saat dihubungi media ini, Minggu (02/01/2022).

Menurutnya, situasi seperti ini akan semakin memburuk karena tingkat stress sosial di masa pandemi meningkat, anak-anak tumbuh dalam pola asuh yang tidak kondusif, hubungan antara anak dengan otoritas yang lebih dewasa seperti orang tua, guru berjarak.

Anak, kata Jefrin, cenderung mencari jalan keluar sendiri dari masalahnya karena merasa lonelyness. Kesepian, kesendiriaan, kehilangan komunitas adalah satu dari banyak situasi yang menggoda anak untuk mengambil keputusan jalan pintas.

“Sekali lagi anak yang melakukan tindakan bunuh diri itu bukan karena ingin mati, tetapi ingin keluar dari masalah. Soalnya adalah anak-anak kehilangan tempat berbagi cerita, berbagi masalah bahkan bahu untuk bersandar karena kerekatan sosial kita yang semakin memudar. Orang asyik dengan dirinya sendiri dan mengabaikan orang lain,” katanya.

Praktisi Psikologi Pada Yayasan Mariamoe Peduli ini menambahkan, di Tahun 2022, diprediksi angka bunuh diri akan meningkat.

“Jika kita tidak segera melakukan pencegahan yang serius secara masif,” tukasnya. (FEC/Red)

 

Artikel ini telah dibaca 368 kali

Baca Lainnya

Meski Telah di PHO, Proyek Gedung Baru RSUD Ben Mboi Ruteng Masih Banyak Kekurangan Volume

21 Januari 2022 - 06:14 WITA

Meski Pengerjaanya Belum Tuntas, Proyek Gedung Baru RSUD Ben Mboi Telah Diserahterimakan

20 Januari 2022 - 06:04 WITA

Rumah Warga di Kampung Golput Direndam Banjir, Puluhan Warga Mengungsi

19 Januari 2022 - 05:59 WITA

Proyek Pekerjaan Ruangan Baru di RSUD Ben Mboi Diduga Dipaksakan PHO

19 Januari 2022 - 04:44 WITA

Sukses Rebut Laki Orang, Bidan di Puskesmas Dampek Diduga Kencani Pria Satu Anak Asal Kota Komba

18 Januari 2022 - 04:45 WITA

Wartawan FEC Media Mendaftar Sebagai Anggota PWI

17 Januari 2022 - 05:01 WITA

Trending di Top News
error: Content is protected !!