Menu

Mode Gelap

Top News · 20 Nov 2021 05:30 WITA ·

Proyek Air Minum Bersih Desa Rana Masak: Direncanakan Untuk Mubazir!


 Bak penampung tak berisi air di desa Rana Masak, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Foto: Ist) Perbesar

Bak penampung tak berisi air di desa Rana Masak, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Foto: Ist)

Borong, Floreseditorial.com
Proyek pembangunan sarana air minum bersih di Desa Rana Masak, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) yang telah dibangun pemerintah daerah (Pemda) Matim pada tahun 2020 kembali menjadi sorotan.

Bagaimana tidak, proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 silam itu, hingga saat ini tidak memilik asas manfaat bagi warga. Padahal, tidak sedikit anggaran yang telah dikucurkan untuk membangun sarana tersebut.

Mirisnya, Masyarakat desa Rana Masak yang tinggal tak jauh dari bak penampung air pun masih harus menimba air di kali dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Padahal di dekat kediaman mereka, ada bak penampung raksasa. Namun sayang tak ada airnya.

Mubazirnya mega proyek pembangunan sarana air minum bersih di Desa Rana Masak ini membuat warga geram dan berharap agar pihak Kejaksaan Negeri Manggarai segera melakukan investigasi secara penuh terhadap proyek yang dikerjakan oleh CV. Setia Janji itu.

“Sepertinya proyek ini modus bagi-bagi uang. Dari perencanaannya memang sepertinya bermasalah,” kata seorang sumber media ini yang enggan namanya dimediakan, Sabtu (20/11/2021).

Ia menduga, proyek pembangunan sarana air minum bersih di Desa Rana Masak, memang dibangun dan direncanakan untuk mubazir.

“Sehingga sisa dana bisa mengalir ke saku (kantong,red), para pihak yang terlibat dalam proyek. Mulai dari perencanaan, proses tender, hingga proses pembangunan. Anggaran fantastis tapi tak ada manfaat,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang Ia peroleh, sejak tahap perencanaan, proyek tersebut telah melibatkan sejumlah nama pejabat di Matim.

“Cek dinas PU, siapa yang merencanakan proyek ini, siapa yang mengerjakan, siapa yang menganalisis, sumber mata air dari mana. Sekali lagi kami minta tolong kejaksaan cek,” katanya.

Sementara Nardi, warga Desa Rana Masak, mengatakan pada tahun 2020, Desa Rana Masak mendapat jatah sarana air minum bersih dengan pagu dana sebesar Rp.2,7 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Tahun 2020 ada proyek air minum bersih, namun semenjak dikerjakan hingga detik ini, airnya belum dirasakan oleh masyarakat dan yang disesalkan, dana yang cukup besar tapi tidak bermanfaat,” katanya.

Meski kontrak proyek tersebut telah berakhir pada 18 Desember 2020, namun, Ivan Mbula, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUPR Matim menjelaskan, Dinas PUPR telah menyiapkan anggaran sebesar Rp.204 juta untuk membeli pipa baru dan untuk membersihkan semua kotoran di bak induk.

“Hanya tinggal menunggu pipa baru yang sudah dipesan dan juga bahan lain yang dibutuhkan karena dalam waktu dekat tim teknis segera ke lokasi sumber mata air agar bisa segera beroperasi dan airnya bisa berjalan normal dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Untuk diketahui proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 senilai Rp.2,7 miliar, dengan kontrak awal kerja mulai 09 September 2020 dan berakhir 18 Desember 2020, dengan nomor kontrak 82.02.06/PPK.CK-DPUPR/IX/2020.

Laporan: Yun Tegu

Artikel ini telah dibaca 93 kali

Baca Lainnya

PMKRI Pusat Soroti Rencana Pembelian Mobil Dinas DPRD Matim

29 November 2021 - 11:27 WITA

Anggota DPRD PSI di Manggarai Timur Absen Dua Paripurna Berturut-turut

26 November 2021 - 09:28 WITA

DPRD Matim Diminta Batalkan Rencana Beli Mobil Dinas Baru

26 November 2021 - 03:02 WITA

14 Anggota Dewan Absen Saat Paripurna XXX DPRD Matim

24 November 2021 - 08:14 WITA

Ambruk Saat Dikerjakan, Proyek Pembangunan Puskesmas Senilai 7,6 Miliar di Mabar Tuai Sorotan

22 November 2021 - 14:15 WITA

400 M² Terumbu Karang di Kawasan TNK Ditemukan Rusak

19 November 2021 - 08:22 WITA

Trending di Top News
error: Content is protected !!