Menu

Mode Gelap

Top News · 29 Jun 2021 05:30 WITA ·

Protes Kebijakan Amburadul Pemkab Mabar, Pedagang Pasar Batu Cemin Datangi Kantor DPRD


 Protes Kebijakan Amburadul Pemkab Mabar, Pedagang Pasar Batu Cemin Datangi Kantor DPRD Perbesar

Perwakilan pedagang pasar batu cermin saat mendatangi kantor DPRD Mabar (Foto : ist)




Manggarai Barat, Floreseditorial.com – Sejumlah pedagang pasar Wae Kesambi, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Barat (Mabar), Selasa (29/06/2021) pagi. 

Kedatangan para pedagang yang mayoritas perempuan, mengeluhkan kebijakan pemerintah yang dinilai amburadul dan tidak berpihak kepada kepentingan pedagang kecil.

Puluhan pedagang pasar batu Cermin juga menyebutkan, pemerintah kabupaten Mabar tidak peduli terhadap kesulitan mereka.

“Saya ada lapak di dalam gedung, namun jalur masuknya kecil. Selain jalur masuk kecil, di depan jalan masuk menuju lapak saya terdapat beberapa stand kios yang ketika para pembeli mendatangi kios, menutup jalan masuk ke lapak dan tentu mempengaruhi jualan saya karena tidak dilihat oleh pembeli,” ujar salah satu pedagang, Maria Seniman.

Akibat hal tersebut, Ia mengalami kerugian hingga dua juta rupiah selama seminggu, karena banyak jualan yang busuk.

“Pemerintah tidak punya hati melihat kami. Tidak dapat mengatur posisi stand jualan dengan baik. Stand pojok menjadi korban. Kami korban. Kami kesulitan. Kami harus berutang untuk memodali usaha kami, hanya pedagang kecil. Mohon perhatikan nasib kami,” terangnya sambil mengurai air mata.

Selain mama Maria, pedagang lain, Nur Halita, yang menjual nasi dan kue ini, sering mengalami ketidakadilan atas tindakan oknum Polisi Pamong Praja (POL PP) di pasar batu cermin.

“Kami jualan di pinggiran karena kami tidak mendapatkan stand. Namun jualan kami sering diambil paksa oleh POL PP. Mereka mengangkut jualan kami,” keluhnya.

Mereka meminta kepada DPRD untuk sesekali melihat lokasi pasar yang pengaturannya banyak merugikan para pedagang.

“Saya minta para DPRD untuk sesekali melihat secara langsung keadaan kami disana. Kami mohon, agar persolan kami ini diselesaikan dengan cepat,”ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Partai PDI Perjuangan, Agustinus Jik, menyayangkan kondisi pasar batu cermin yang menimbulkan persoalan sosial.

Menurutnya, konstruksi pasar batu cermin memang tidak layak disebut pasar.

“Pasar batu cermin sangat sumpek sekali untuk kelas pasar. Itu cocok untuk gudang. Tidak cocok untuk pasar,” tegasnya.

Sidang yang dipimpin oleh wakil ketua II DPRD Mabar, Marselinus Jeramun itu hendak menghadirkan Kepala Dinas Perindakop dan pihak POL PP.

Namun hingga berita ini diturunkan, kedua pihak perwakilan pemerintah belum berada di kantor DPRD Mabar.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Diduga Dibackup Aparat, Puluhan Ekor Sapi Betina Produktif Asal Matim Diselundupkan ke Bima Setiap Minggu

20 Oktober 2021 - 13:59 WITA

Belasan Pasangan Remaja di Ruteng Kepergok Sedang ‘Gituan’ di Dalam Kamar Kos

20 Oktober 2021 - 07:19 WITA

Sampah Sak Semen Hingga Pakaian Dalam Bekas Pakai Hiasi Area Sekitar Pelabuhan Wae Wole

19 Oktober 2021 - 16:16 WITA

Akui Tumpahan Minyak dari Kapal Bermuatan Semen, Syahbandar Pelabuhan Wae Wole Minta Maaf

19 Oktober 2021 - 14:09 WITA

Dianggap Meresahkan, Forum Pemuda Terlaing Laporkan Doni Pareira ke Polres Mabar

18 Oktober 2021 - 06:59 WITA

Kapal Bermuatan Semen Kembali Membuang Limbah di Perairan Wae Wole

17 Oktober 2021 - 06:50 WITA

Trending di Top News
error: Content is protected !!