Menu

Mode Gelap

News · 29 Sep 2021 12:15 WITA ·

Pro Kontra Ritual Sese Topok Desa Gunung Baru, Agus Adil: Bupati Sudah Sumbang Uang Untuk Beli Babi


 Agus Adil. (Foto: FEC Media / Firman Jaya) Perbesar

Agus Adil. (Foto: FEC Media / Firman Jaya)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com – Bagi orang Manggarai Timur (Matim), legalitas sebuah Beo (kampung) harus diresmikan dengan ritual Sese Topok. Ritual ini dilakukan sebagai tanda, bahwa wilayah tersebut telah resmi menjadi perkampungan.

 

Sebaliknya, belum dinamai kampung (Beo) jika ritual sese topok belum dilaksanakan, meski secara kuantitas sudah banyak jumlah kepala Keluarga (KK) yang mendiami suatu pemukiman. Jika ritual sese topok tersebut belum dilakukan maka masih disebut Mbong bukan Beo.

 

Menurut sumber media ini, Sese Topok, memiliki  padanan kata rokas roga yang merupakan Go,et de embu agu embo (istilah setempat,red)

 

Etimologinya menurut sumber ini, Sese Topok terdiri dari kata Sese dan Topok.

 

“Sese artinya ratakan, sedangkan topok artinya sisa pohon kayu yang ditebang tingginya, masih agak tinggi di atas tanah,” katanya.

 

Menurut dia,  ritual sese Topok, bertujuan untuk meresmikan atau mengesahkan status sebuah pemukiman dari mbong menjadi beo.

 

Dalam acara Sese Topok, menurut sumber ini,  harus diadakan kurban berupa pemotongan kerbau di tempat khusus yang disebut lupung.

 

“Lupung itu harus di rumahnya tu,a teno (tua adat) dalam hal ini,  yang potong kerbau itu kalau bukan anak rona de tu,a teno bisa dilakukan oleh tua golo,” imbuhnya.

 

Acara tersebut disaksikan beberapa anak rona, tu,a golo juga tu,a teno yang ada diwilayah tersebut.

 

Terkait ritual sese topok ini, sebentar lagi akan dilaksanakan di Kampung Lendo, Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara.

 

Dalam rencananya, acara ini sebenarkan akan di laksanakan besok, Kamis (30/09/2021).

 

Namun karena adanya pertimbangan lain, acara ini ditunda pelaksanaanya oleh pemerintah kecamatan Kota Komba Utata.

 

Agus Adil, salah satu Tokoh Masyarakat di Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara kepada media ini menjelaskan,

apapun alasannya acara tersebut akan tetap digelar.

 

Meskipun beredar kabar bahwa telah terjadi Pro dan Kontra dan potensi Konflik terhadap pelaksanaan acara tersebut,

Ia menjamin bahwa ritual tersebut akan tetap terlaksana berkat dukungan semua pihak.

 

“Yang bilang konflik Itu tidak benar. Acara ini sebenarnya akan di lakukan besok, namun karna ada pertimbangan lain makanya di pentding dulu. Kita masih tunggu keputusan dari pihak kecamatan kota komba kira-kira seperti apa. Sebab masih ada pihak tertentu yang menolak acara ini dilaksanakan,” katanya, Rabu (29/09/2021).

 

Ia menegaskan, jika hingga Selasa (05/10/2021) mendatang, acara tersebut tak kunjung dilaksanakan, dirinya akan menemui Bupati Matim.

 

“Saya akan temui Bupati Matim, agar acara ini tetap dilaksanakan. Saya rasa tidak ada kendalanya. Apalagi acara ini di dukung juga oleh oleh Bapa Bupati Manggarai Timur, Ketua DPR, dan Juga Romo Bernat selaku Toko Agama,” imbuhnya.

 

Menurutnya,  untuk menyukseskan acara  tersebut, sejumlah pihak telah memberikan dukungan.

 

“Bapa Bupati Matim sudah berikan uang Rp 5.000.000 untuk beli babi, dari Ketua DPR suda janji akan sumbangkan beras dan Tuak. Romo Bernat juga menyampaikan agar acara ini akan disampaikan ke Bupati Matim. Ia tentunya demi menyukseskan kegitan acara sese topok ini,” ungkap Agus

 

Menurutnya, jikalau acara tersebut  sudah dilakukan, legalitas kampung menjadi jelas.

 

“Semua yang kita lakukan itu yang terbaik untuk kemajuan kampung. Kami sudah sering diskusikan ini dengan Romo Bernat. Menurut Romo, di sini nanti akan di buka sekolah pertanian. Dari romo Bernat sangat mendukung sekolah pertanian ini. Romo sudah punya lahan 4 hektar di sini,” kata Agus.

 

Menurutnya, ada beberapa suku yang akan menghadiri ritual tersebut.

 

“Jadi kegiatan Acara sese topok ini nanti yang ikut dari suku Angin Rendok. Pasti Bapa Bupati Matim, Ketua DPR Matim, Romo Bernat dari toko Agama dan pihak keamanan juga hadir,” tukas Agus.

 

Laporan: Firman Jaya

Artikel ini telah dibaca 115 kali

Baca Lainnya

Sekda Matim Serahkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Berbasis Keluarga di Matim

22 Oktober 2021 - 09:32 WITA

Dituding Lakukan Provokasi Melalui Video, Doni Pareira: Itu Ekpresi Kepanikan Para Aktor Mafia Tanah di Labuan Bajo

17 Oktober 2021 - 14:13 WITA

PT. WGP Diduga Serobot Lahan Warga Desa Pantar

16 Oktober 2021 - 07:54 WITA

Ke Labuan Bajo, Presiden akan Resmikan Penataan Sejumlah Infrastruktur

14 Oktober 2021 - 02:26 WITA

Pemkab Mabar Terima Piagam Opini WTP dari Kemenkeu

13 Oktober 2021 - 06:35 WITA

Waspada, Uang Palsu Pecahan 100 Ribu Kembali Beredar di Manggarai Timur

9 Oktober 2021 - 12:07 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!