Menu

Mode Gelap

News · 18 Nov 2021 03:54 WITA ·

Polres Matim Didesak Segera Panggil Bos CV. Karya Dite


 Kondisi ruas jalan Tilir - Beo Riwu - Perang yang baru selesai dikerjakan beberapa waktu lalu, namun kini kondisi jalan tersebit sudah mulai rusak. (Foto: FEC Media / Firman Jaya) Perbesar

Kondisi ruas jalan Tilir - Beo Riwu - Perang yang baru selesai dikerjakan beberapa waktu lalu, namun kini kondisi jalan tersebit sudah mulai rusak. (Foto: FEC Media / Firman Jaya)

Borong, Floreseditorial.com – Aparat kepolisian Resort (Polres) Manggarai Timur, didesak untuk segera memanggil Yosefus Susanto Waju, pemilik CV. Karya Dite selaku pihak yang paling bertanggungjawab atas proyek ruas jalan Tilir – Beo Riwu – Perang.

Pasalnya, usia pakai jalan yang dikerjakan oleh Santo selaku kontraktor bahkan tidak sampai satu tahun, padahal daerah telah mengeluarkan dana hingga Rp. 1.693.218.079 yang bersumber dari APBD 2020 untuk membangun ruas jalan itu.

Tak cuma itu, Santo dianggap tidak memiliki etikad baik untuk memperbaiki ruas jalan yang kini masih dalam masa pemeliharaan dan sepenuhnya masih menjadi tanggungjawabnya.

Yos, seorang warga Poco Ri’i yang ditemui media ini di lokasi pada Selasa, (16/11/2021) lalu menuturkan, ruas jalan tersebut seharusnya masih bisa diperbaiki oleh CV. Karya Dite.

“Karena masih masa pemeliharaan, namun Baba Santo sepertinya tak ambil pusing, kerusakan dibiarkan begitu saja,” kata Yos.

Tak cuma itu, dirinyapun menyayangkan sikap apatis dinas PUPR Matim yang terkesan mengabaikan kerusakan pada ruas jalan yang baru dikerjakan beberapa waktu lalu.

“PU juga seperti masa bodoh. Mungkin sebaiknya polisi turun tangan, panggil Baba Santo, bos CV. Karya Dite. Ada dugaan proyek ini dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknik,” katanya.

Buruknya kualitas proyek yang dikerjakan oleh CV. Karya Dite ini membuat dirinya mempertanyakan sikap kepemerintahan Agas Andreas yang kerap memberikan pekerjaan pada kontraktor yang tidak menjaga kualitas.

“Pemerintah Manggarai Timur ini aneh ya, kerap memberikan kepercayaan pada kontrkator yang tak bisa menjaga kualitas pekerjaan, ini cuma buang buang anggaran, usia pakai jalan tak sampai satu tahun. Baru dikerjakan namun rusak lagi. Tolong perusahaan seperti ini di black list saja,” katanya geram.

Pantauan media di Lokasi pada Selasa (16/11/2021), di beberapa titik ruas jalan ini bahkan sudah tidak berbekas aspal, sementara di titik lainnya, siraman aspalnya terlihat sangat tipis.

Laporan: Firman Jaya

Artikel ini telah dibaca 387 kali

Baca Lainnya

Stefanus Gandi: Kabupaten Ngada Menjadi Role Model Pertanian di NTT

21 Januari 2022 - 13:25 WITA

Stefanus Gandi: Keberanian adalah Kunci  Menjadi Sukses

21 Januari 2022 - 08:22 WITA

Stefanus Gandi: Tidak Ada yang Lebih Kaya di Dunia Ini Selain Hati Kita

20 Januari 2022 - 12:05 WITA

Stefanus Gandi Institute Gemakan Literasi di Bumi Flores, Ini Kata Uskup Ruteng

20 Januari 2022 - 03:34 WITA

Tak Bayar Upah Kerja, Pemilik Bengkel Ancam Jual Kendaraan Dinas Pemkab Matim

19 Januari 2022 - 11:15 WITA

Mobil Ekspedisi Mitra Jaya Terbalik di Aimere, Begini Kondisinya

19 Januari 2022 - 09:35 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!