Menu

Mode Gelap

News · 14 Jan 2022 14:01 WITA ·

Polemik Pengklaiman Tanah Milik Abidin Diduga Sarat Kepentingan


 Sekelompok orang yang mengatasnamakan Gereja Stasi Baras sedangkan  melakukan aktivitas penanaman pisang dan pembuatan pagar keliling di tanah milik Abidin (Foto: FEC Media) Perbesar

Sekelompok orang yang mengatasnamakan Gereja Stasi Baras sedangkan melakukan aktivitas penanaman pisang dan pembuatan pagar keliling di tanah milik Abidin (Foto: FEC Media)

Borong, Floreseditorial.com — Polemik pengklaiman tanah milik Abidin oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Gereja Stasi Baras, Paroki Pota, Kelurahan Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas, sarat kepentingan.

Pasalnya, sekelompok orang yang mengatasnamakan Greja Stasi Baras tersebut juga merupakan dalang pencemaran nama baik mantan Ketua Stasi Baras atas nama Laurensius Amin.

Abidin, pemilik tanah kepada media, melalui telfon seluler (14/01/2022), menjelaskan bahwa tanah tersebut belum pernah jual kepada pihak manapun.

“tanah tersebut masih milik saya pak. Polemik pengklaim kemarin itu tidak benar dan saya belum pernah jual ke siapa-siapa ini tanah,” jelas Abidin.

Laurensius Amin selaku Ketua Stasi Baras pada tahun 2003, berencana membeli tanah tersebut untuk membangun Kapela Stasi Baras yang baru.

“Memang tahun 2003 waktu itu Ketua Stasi Baras bapak Lorens pernah bertemu dengan bapak untuk membeli tanah tersebut, dan memberi uang 3 juta sebagai DP,” tambahnya.

Demikian Abidin, rencana pembelian tanah milikinya oleh Stasi Baras tidak jadi. Hal ini kata dia, setelah umat Stasi Baras melakukan pertemuan bersama.

“Tapi rencana pembelian tanah milik saya oleh pihak Gereja kemarin itu tidak jadi. Setelah mereka melakukan pertemuan bersama,” ungkapnya.

Abidin juga membenarkan bahwa tanggal (20/10/2020), sekelompok orang melakukan aktivitas di tanah miliknya dengan menaman pisang dan membuat pagar berduri.

“Mereka pernah melakukan kegiatan di tanah saya. Mereka menanam pisang dan membuat pagar berduri,” tutupnya.

Pengklaiman tanah milik Abidin yang berlokasi di Lokntung, Kelurahan Nanga Baras, oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Gereja Stasi Baras diduga sarat kepentingan.

 

Laporan: Waldus Budiman

Artikel ini telah dibaca 166 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Stefanus Gandi: Kabupaten Ngada Menjadi Role Model Pertanian di NTT

21 Januari 2022 - 13:25 WITA

Stefanus Gandi: Keberanian adalah Kunci  Menjadi Sukses

21 Januari 2022 - 08:22 WITA

Stefanus Gandi: Tidak Ada yang Lebih Kaya di Dunia Ini Selain Hati Kita

20 Januari 2022 - 12:05 WITA

Stefanus Gandi Institute Gemakan Literasi di Bumi Flores, Ini Kata Uskup Ruteng

20 Januari 2022 - 03:34 WITA

Tak Bayar Upah Kerja, Pemilik Bengkel Ancam Jual Kendaraan Dinas Pemkab Matim

19 Januari 2022 - 11:15 WITA

Mobil Ekspedisi Mitra Jaya Terbalik di Aimere, Begini Kondisinya

19 Januari 2022 - 09:35 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!