Menu

Mode Gelap

News · 13 Jan 2022 13:44 WITA ·

Polemik Pengklaiman Tanah Milik Abidin di Nanga Baras, Laurensius Amin Turut Jadi Korban


 Sekelompok orang yang mengatasnamakan Gereja Stasi Baras sedangkan  melakukan aktivitas penanaman pisang dan pembuatan pagar keliling di tanah milik Abidin (Foto: FEC Media) Perbesar

Sekelompok orang yang mengatasnamakan Gereja Stasi Baras sedangkan melakukan aktivitas penanaman pisang dan pembuatan pagar keliling di tanah milik Abidin (Foto: FEC Media)

Borong, Floreseditorial.com — Polemik pengklaiman tanah milik Abidin secara sepihak oleh kelompok yang mengatasnamakan Gereja Stasi Baras, Paroki Pota, Kelurahan Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas, terus mendapat sorotan.

Pasalnya, sekelompok orang yang mengatasnamakan Greja Stasi Baras tersebut juga dinilai dalang pencemaran nama baik dari mantan ketua Stasi Baras atas nama Laurensius Amin.

Dikatakannya, kelompok tersebut menuding bahwa dirinya telah melakukan jual beli tanah tersebut atas nama Stasi Baras.

“Mereka menuduh saya bahwa tanah tersebut sudah beli oleh Gereja Stasi baras. Pada hal saya tidak tau apa-apa sejak bukan dewan Stasi lagi. Kalau memang hal ini benar, buktinya apa dan di mana surat jual belinya. Pemilik tanah saja sudah menjelaskan bahwa tanahnya belum pernah dijual ke siapapun termasuk pihak Stasi Baras,” ungkap Laurensius.

Selain itu juga, pada tanggal (20/10/2020) kelompok ini masih melakukan aktivitas menanam pisang dan membuat pagar keliling di tanah tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh Pastor Paroki Nanga Baras, Frater, dan pengurus Gereja Lainnya.

“Saya dapat informasi dari anak saya bahwa mereka masih melakukan kegiatan di sana. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh pastor paroki, frater, dan beberapa pengurus Gereja Stasi Baras,” tambahnya.

Pengklaiman tanah milik Abidin sudah pernah dilaporkan ke Polisi oleh kelompok yang mengatasnamakan Gereja ini.

“Mereka pernah lapor saya ke Polsek Pota. Tapi tidak ada kelanjutannya. Pada tanggal 22/03/2019) saya mendapat panggilan dari Polsek Pota dan panggilan kedua pada tanggal (08/04/2019),” demikian Laurensius.

Dari laporan itu, Laurensius dinyatakan bebas. Pelapor tidak memiliki bukti yang kuat terhadap terlapor.

Pengklaiman tanah milik Abidin  sudah berlangsung sejak lama. Sebagaimana yang diberitakan oleh media ini sebelumnya, bahwa pihak Gereja (Stasi Baras) pada tahun 2003 merencanakan untuk membeli tanah tersebut. Setelah mengadakan pertemuan dengan umat, diputuskan bahwa pihak Gereja tidak jadi membelinya dikarenakan belum memiliki uang yang cukup.

 

Laporan: Waldus Budiman 

Artikel ini telah dibaca 227 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Stefanus Gandi: Kabupaten Ngada Menjadi Role Model Pertanian di NTT

21 Januari 2022 - 13:25 WITA

Stefanus Gandi: Keberanian adalah Kunci  Menjadi Sukses

21 Januari 2022 - 08:22 WITA

Stefanus Gandi: Tidak Ada yang Lebih Kaya di Dunia Ini Selain Hati Kita

20 Januari 2022 - 12:05 WITA

Stefanus Gandi Institute Gemakan Literasi di Bumi Flores, Ini Kata Uskup Ruteng

20 Januari 2022 - 03:34 WITA

Tak Bayar Upah Kerja, Pemilik Bengkel Ancam Jual Kendaraan Dinas Pemkab Matim

19 Januari 2022 - 11:15 WITA

Mobil Ekspedisi Mitra Jaya Terbalik di Aimere, Begini Kondisinya

19 Januari 2022 - 09:35 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!