Menu

Mode Gelap

News · 4 Jan 2021 12:10 WITA ·

Pemda Lembata Pulangkan Pengungsi Ile Lewotolok


 Pemda Lembata Pulangkan Pengungsi Ile Lewotolok Perbesar

Sejumlah pengungsi terdampak erupsi Ile Lewotolok dipulangkan Pemda Lembata, pada Minggu (3/1/2021). (Foto: Ben Kia Assan)

Lembata, Floreseditorial.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lembata akhirnya memulangkan 6.974 pengungsi dari 15 desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Kegiatan pemulangan pengungsi dimulai sejak Sabtu (2/1/2021) hingga Minggu (3/1/2021). Hal tersebut menjadi keputusan Rapat Koordinasi Komando Tangap Darurat Erupsi Ile Lewotolok, pada Sabtu (2/1/2021). 

“Kita telah koordinasi untuk mobilisasi pengungsi. Fokus kita untuk 15 desa, kecuali Desa Jontona sesuai rekomendasi dari PVMBG Bandung. Karena Jontona masuk dalam radius kewaspadaan empat kilometer dan potensi hembusan awan panas,” ujar Thomas Tip Des, Kepala Pelaksana BPBD Lembata. 

Pantauan floreseditorial.com, sejumlah kendaraan dump truck mengangkut para pengungsi pada Minggu (3/1/2021). Dari Posko Kantor Badan Perpustakaan Daerah Lembata atau eks Rujab Bupati Lembata, ratusan pengungsi dari Desa Lamawolo Kecamatan Ile Ape Timur mulai mengangkut barang-barangnya dan dimuat ke dalam mobil dump truck.

Sejumlah warga juga ikut menumpang dump truck. Sementara untuk ibu hamil, bayi dan lansia, menggunakan sejumlah mobil double cabin milik pemerintah.

Salah satu warga Lamawolo, Laga, mengatakan, pihaknya bersyukur karena sudah bisa pulang kampung. Namun dirinya mengharapkan agar pemerintah bisa memaksimalkan persiapan sejumlah kebutuhan dasar di kampung, seperti air minum dan kegiatan fogging untuk mencegah DBD dan malaria.

“Kita bersyukur akhirnya sudah bisa pulang. Namun kita minta bantuan agar pemerintah segera bantu kita soal air minum dan fogging. Karena air di kampung tercemar abu vulkanik, jadi harus ada sterilisasi,” terang Laga, saat ditemui floreseditorial.com di sela-sela aktivitas memuat barang mereka di Posko Eks Rujab Bupati Lembata. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lembata, mengatakan, pemerintah menyiapkan sebanyak 20 armada angkutan untuk mengangkut pengungsi. Sementara terkait air minum, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah armada milik PDAM dan BPBD. 

“Hari ini kita pulangkan pengungsi dari 15 desa. Kita kerahkan 20 armada angkutan. Ini berdasarkan laporan dari tim lapangan yang terdiri dari unsur Pemerintah, TNI, Polri dan Relawan. Kalau urusan air, kita sudah koordinasi untuk dua armada dari PDAM dan dari BPBD. Nanti esok (Selasa, 4/1/2021), kita akan siapkan lebih banyak,” papar Thomas Tip Des, saat dikonfirmasi awak media ini di ruang kerjanya, Senin (3/1/2021). 

Tip Des menambahkan, masyarakat pengungsi yang sudah kembali ke desa masing-masing, bisa memanfaatkan air yang disediakan pemerintah khusus untuk kebutuhan air minum, meskipun untuk sementara hanya bisa didukung satu tandon air di setiap desa.

“Untuk sementara, kita belum bisa layani semua bak di desa. Mungkin kita akan support dulu di satu titik tandon atau bak PAH yang ada di desa. Nanti bisa diakses semua masyarakat. Intinya, utamakan dulu untuk kebutuhan air minum,” tambah Thomas Tip Des.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Dituding Lakukan Provokasi Melalui Video, Doni Pareira: Itu Ekpresi Kepanikan Para Aktor Mafia Tanah di Labuan Bajo

17 Oktober 2021 - 14:13 WITA

PT. WGP Diduga Serobot Lahan Warga Desa Pantar

16 Oktober 2021 - 07:54 WITA

Ke Labuan Bajo, Presiden akan Resmikan Penataan Sejumlah Infrastruktur

14 Oktober 2021 - 02:26 WITA

Pemkab Mabar Terima Piagam Opini WTP dari Kemenkeu

13 Oktober 2021 - 06:35 WITA

Waspada, Uang Palsu Pecahan 100 Ribu Kembali Beredar di Manggarai Timur

9 Oktober 2021 - 12:07 WITA

Paroki Sok Tolak Pelayanan Misa Arwah Bayi 8 Bulan Karena Belum Dibaptis

3 Oktober 2021 - 15:37 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!