Menu

Mode Gelap

News · 3 Okt 2021 15:37 WITA ·

Paroki Sok Tolak Pelayanan Misa Arwah Bayi 8 Bulan Karena Belum Dibaptis


 Alm.Maria Chiara Alesandra, seorang balita berusia 8 bulan di Desa Watu Mori, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur yang ditolak  pelayanan misa arwah oleh Paroki St Hubertus Sok karena belum dibaptis. (Ist) Perbesar

Alm.Maria Chiara Alesandra, seorang balita berusia 8 bulan di Desa Watu Mori, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur yang ditolak pelayanan misa arwah oleh Paroki St Hubertus Sok karena belum dibaptis. (Ist)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com – Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Markus 10: 14)

Alkitab menyampaikan pemahaman yang sangat jelas bahwa Tuhan sayang anak-anak. DimataNya, anak-anak itu seumpama harta yang sangat bernilai. Tuhan juga memposisikan anak-anak sebagai pemilik kerjaan surga.

Alkitab dengan jelas menyampaikan bahwa karakter seperti ketulusan, kerendahan hati, dan kesederhanaan adalah kualitas yang ada di dalam diri anak-anak dan Tuhan menganggapnya bernilai.

Namun apa yang terjadi, ketika gereja Katolik sebagai representasi Tuhan justru menolak melakukan pelayanan misa arwah terhadap seorang balita berusia 8 bulan di Desa Watu Mori, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur.

Penolakan pelayanan misa arwah ini dialami oleh Maria Chiara Alesandra, Putri bungsu Pasangan Jimi dan Yanti, umat Paroki St. Hubertus Sok.

Komentar pemilik akun Facebook Ferddy Kimu. (Foto: Posting Facebook Yolanita Redempta)

Putri semata wayangnya yang kerap disapa Ara itu meninggal pada Sabtu (02/10/2021) karena sakit.

“Seperti biasa, keluarga melakukan ritual kematian sesuai adat kebiasaan budaya orang Manggarai,” kata Yolanita, perwakilan pihak Keluarga saat dihubungi media ini, Minggu (03/10/2021).

Usai menyelesaikan semua ritual budaya, keluarga pun mendatangi Paroki Sok dengan maksud agar salahsatu imam di Paroki Sok bisa memberikan pelayanan misa arwah seturut keyakinan Gereja Katolik.

“Kamipun meminta kesediaan pengurus Kelompok Basis, agar bisa menghubungi Paroki. Namun jawaban yang kami peroleh dari Paroki sungguh mengejutkan dan yang membuat kami sebagai Umat dan keluarga kecewa, saat kami meminta Ke Paroki St Hubertus Sok ke Pater yang bertugas di sana untuk mengadakan misa penguburan, si Pater menjawab tidak bisa mengadakan misa penguburan kepada anak yang belum di permandikan.itu sudah menjadi Aturan katanya,” ungkap Yolanita.

“Mana umat tau kalau ada Aturan agama yang tidak mengadakan misa hanya karena anak itu belum dibaptis. Apakah anak-anak itu bukanlah Malaikat kecil yang Tuhan kirim, Apakah Pelayanan Itu ada pengecualian, Baru tau ternyata Agama katolik kami seperti ini,” katanya.

Menurutnya, sebagai umat Katolik, pihaknya merasa kecewa.

“Ternyata ada yang kami anggap sebagai kaki Tangan Tuhan, yang kami hormati melakukan Pengecualian di pelayanannya,” kata Yolanita.

Kekecewaan terhadap pelayanan Paroki St. Hubertus Sok pun diungkapkannya melalui Facebook dan menuaikan banyak tanggapan.

Beberapa warganet pun mengkritik pelayanan Paroki Sok yang terkesan memilih dalam melakukan pelayanan.

Iron Aman misalnya, dalam komentarnya menuliskan, Tuhan Yesus tidak melihat siapa yg berdoa kepadanya, atau air suci apa yang akan di berikan, doa tulus dari kita bisa mengalahkan do,a dari pastor siapapun, Tuhan tidak menciptakan agama TPI manusialah yang menciptakannya, abaikan pastor itu, dan tetap teguh dalam iman katolik dan kepada Tuhan Yesus.,,.Ara doa kami menyertaiMu..🙏🙏,” kata Iron di kolom komentar.

Komentar pemilik akun Facebook Irron Aman (Foto: Postingan Facebook Yolanita Redempta)

Kritik terhadap pelayanan Paroki St. Hubertus Sok pun dilontarkan pemilik akun Facebook Ferddy Kimu.

Ia bahkan meminta uskup Ruteng agar turun tangan memperbaiki buruknya pelayanan terhadap Umat.

“Prihatin🙂🙂klu benar pastor bertindak seperti itu.krn tdk semestix itu,seharusx d bsptis trus d beri nama,wlu sdh tdk bernyawa itu sdh jd tugasx.tolong Bp uskup sikapi hal ini 🙏🙏,” ungkapnya di Kolom komentar.

Sementara Pastor Paroki Sok sendiri Bungkam terkait kabar penolakan pelayanan misa arwah terhadap bayi 8 bulan yang meninggal dunia karena belum dibaptis itu. Meski beberapa pemilik akun Facebook sengaja menandai Facebook milik Pastor Paroki St. Hubertus Sok di kolom komentar.

Artikel ini telah dibaca 2.313 kali

Baca Lainnya

Tak Bayar Upah Kerja, Pemilik Bengkel Ancam Jual Kendaraan Dinas Pemkab Matim

19 Januari 2022 - 11:15 WITA

Mobil Ekspedisi Mitra Jaya Terbalik di Aimere, Begini Kondisinya

19 Januari 2022 - 09:35 WITA

Diguyur Hujan Lebat, Sejumlah Wilayah dalam Kota Borong Dikepung Banjir

19 Januari 2022 - 03:44 WITA

Polemik Mobil Ambulance, PLT Kandinkes Manggarai Sentil Nama PT. Kreasi Auto Kencana dan Wakil Bupati Mabar

18 Januari 2022 - 10:52 WITA

Pemda Nagekeo Inkonsisten Terhadap Lokasi Pembangun Waduk Lambo

18 Januari 2022 - 03:01 WITA

Polemik Mobil Ambulance Puskesmas Anam, PLT Kadinkes Manggarai Bungkam

17 Januari 2022 - 12:12 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!