Menu

Mode Gelap

Hukrim · 7 Des 2021 03:33 WITA ·

Mantan Kades Rana Gapang Diduga Mark Up Dana Proyek Irigasi Tahun 2018


 Ilustrasi. (Net) Perbesar

Ilustrasi. (Net)

Borong, Floreseditorial.com – Silvanus Nggala, mantan Kepala Desa (Kades) Rana Gapang, diduga telah memanipulasi dana proyek pembangunan saluran Irigasi di Dusun Ledu, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur.

Dugaan mark up ini terungkap dari salah warga setempat menemukan adanya kejanggalan perihal dana proyek yang dikucurkan sebesar Rp.190.000.000 untuk proyek tersebut, sementara di dalam aplikasi sid.Kemendes, proyek tersebut hanya menelan anggaran sebesar Rp. 37.750.000.

“Setelah saya melakukan pegecekan di aplikasi sid.kemendes, ternyata anggarannya tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” kata Longsor Sadu, warga setempat kepada media baru-baru ini.

Hal ini pun dibenarkan oleh Ignasius Danu, salah satu tokoh masyarkat Rana Gapang.

“Pembangunan irigasi di bangun pada tahun 2018, namun sampai saat ini pengerjaannya belum tuntas,” katanya.

Menurutnya, dirinya mengaku kaget setelah mengetahui bahwa pagu anggaran tidak sesuai dengan besar keuangan yang digelontorkan pada proyek tersebut.

“Saya kaget ketika ada laporan yang berkaitan dengan besaran dana tetapi dalam RAB tidak sesuai dengan laporannya,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam anggaran belanja, pihak desa hanya membeli pipa 4 Dim sebanyak 80 batang dengan harga Rp.300.000,00 per-batang, semen 50 sak dengan harga Rp.75.000,00 per-sak dan biaya tenaga kerja senilai Rp.10.000.000,00.

“Sedangkan pasir dan batu hasil swadaya masyarkat,” katanya.

Ia juga meminta agar mantan Kepala Desa segera mempertanggung jawabkan sisa anggaran proyek tersebut.

“Saya meminta mantan kades untuk mengklarifikasi anggaran ini kepada masyarakat, sebagai bukti tranparansi dari dana tersebut,” terangnya.

Beberapa waktu lalu, Silvanus Nggala, mantan Kades Rana Gapang mengatakan bawwa proyek pembangunan irigasinya sudah tuntas.

Namun Ia menghindari menjawab pertanyaan media perihal besaran anggaran yang tidak sesuai dengan aplikasi sid.Kemendes.

Laporan : Firman Jaya

Artikel ini telah dibaca 364 kali

Baca Lainnya

Terbakar Api Cemburu, Pria di Kuwus Bacok Tetangganya

19 Januari 2022 - 07:44 WITA

Polres Mabar Gagalkan Penyelundupan 9,1 Ton BBM ke Bima, Lima Tersangka Ditahan

18 Januari 2022 - 08:27 WITA

Sengkarut Kepemilikan Mobil Ranger Bodong Seret Nama Wakil Ketua DPRD Matim

12 Januari 2022 - 03:40 WITA

Seorang Anggota DPRD Matim Diduga Terlibat Kejahatan Penyelundupan Mobil Jenis Ford Ranger

10 Januari 2022 - 18:13 WITA

Pemkab Matim Hibahkan Tanah ke Kejaksaan, Warga Ingatkan PR Kasus Terminal Kembur

4 Januari 2022 - 12:34 WITA

Pulang Berbelanja, Seorang Wanita di Matim Diperkosa di Semak-semak

2 Januari 2022 - 09:28 WITA

Trending di Hukrim
error: Content is protected !!