Menu

Mode Gelap

News · 2 Okt 2021 13:18 WITA ·

LSM ILMU Tanam Ratusan Bibit Pohon di Desa Compang Ndehes


 LSM ILMU dan Relawan Muda Tanam 500 Anakan Pohon di Desa Compang Ndehes (Foto: FEC Media / Pankra Yoris) Perbesar

LSM ILMU dan Relawan Muda Tanam 500 Anakan Pohon di Desa Compang Ndehes (Foto: FEC Media / Pankra Yoris)

Manggarai, Floreseditorial.com– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Insan Lantang Muda (ILMU) bersama Puluhan relawan muda desa Compang Ndehes, menanam 500 anakan pohon di pinggir waduk di Dusun Rambe, Desa Compang Ndehes, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, NTT sabtu (2/10/2021).

Yohanes Marten susun, koordinator Relawan muda peduli lingkungan Desa Compang Ndehes, saat diwawancarai media mengatakan, 500 bibit anakan pohon yang ditanam merupakan donasi dari LSM ILMU.

Menurutnya, berkurangnya debit air di wilayah tersebut menjadi salahsatu faktor yang memotifikasi mereka menanam 500 anakan pohon itu.

Ia mengungkapkan, untuk target jangka panjang, pihaknya ingin menjadikan kawasan sekitar waduk menjadi tempat wisata alam.

“Maka perlu ditata mulai dari sekarang”, ungkap Yohanes

Yohanes Berharap apa bila pohon yang ditanami itu hidup, dikemudian hari akan menghasilkan spot yang menarik dan berdampak positif bagi sektor – sektor lainnya seperti pertanian.

Karenanya, katanya lebih lanjut, Masyarakat sebagai objek yang akan mengambil keuntungannya mesti bergandeng tangan untuk merawat alam dan kawasan sekitar waduk.

“Terimakasih  LSM ILMU atas kerjasamanya. Sumbangan 500 pohon itu sangat luar biasa. Mewakili seluruh masyarakat Desa Compang Ndehes, saya mengucapkan terimakasih”, tutupnya.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh, Ester Huet, seorang petani yang ditemui media. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada LSM ILMU dan relawan muda yang peduli lingkungan Desa Compang Ndehes.

“Kami berharap semoga dengan ditanamnya pohon hari ini, waduk yang ada akan bisa menjawab kebutuhan air masyarakat Desa Compang Ndehes di masa yang akan datang,” katanya.

Sementara Dony Parera, ketua LSM ILMU saat diwawancarai media mengatakan, LSM ILMU dan masyarakat Compang Ndehes telah menanam 500 anakan kayu di waduk desa.

“Jenis anakan kayu yang kita tanam seperti Kayu Ara, Beringin, Lokom, dan Lui,” imbuhnya.

Selain untuk tujuan konservasi, ini adalah salah satu langkah awal untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata.

“Satu batang pohon dapat berperan luar biasa dalam menunjang kehidupan semua makhluk hidup di Bumi, termasuk manusia. Menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, berperan menyimpan air tanah dan menyerap karbon,” tutur Dony.

Untuk tahun ini, kata Dony, Compang Ndehes adalah lokasi ketiga yang telah ditanami pohon dan dimotori oleh LSM ILMU.

“Setelah Golo Lusang di Kecamatan Langke Rembong, Mata air dan DAS desa Siru kecamatan lembor, dan hari ini di desa Compang Ndehes. Ini adalah salah satu cara yang kami lakukan untuk bersama umat manusia di belahan bumi lainnya, bersama Memerangi efek pemanasan Global yang mengancam kehidupan bersama di Planet bumi,” tutup Dony.

Laporan: Pankra Yoris

Artikel ini telah dibaca 178 kali

Baca Lainnya

Sekda Matim Serahkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Berbasis Keluarga di Matim

22 Oktober 2021 - 09:32 WITA

Dituding Lakukan Provokasi Melalui Video, Doni Pareira: Itu Ekpresi Kepanikan Para Aktor Mafia Tanah di Labuan Bajo

17 Oktober 2021 - 14:13 WITA

PT. WGP Diduga Serobot Lahan Warga Desa Pantar

16 Oktober 2021 - 07:54 WITA

Ke Labuan Bajo, Presiden akan Resmikan Penataan Sejumlah Infrastruktur

14 Oktober 2021 - 02:26 WITA

Pemkab Mabar Terima Piagam Opini WTP dari Kemenkeu

13 Oktober 2021 - 06:35 WITA

Waspada, Uang Palsu Pecahan 100 Ribu Kembali Beredar di Manggarai Timur

9 Oktober 2021 - 12:07 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!