Menu

Mode Gelap

News · 31 Okt 2021 09:35 WITA ·

Kritik Marsel Jeramun, Ketua PKN Mabar: Ternyata Pagar Makan Tanaman


 Laurentius Logam (Foto: Roby / FEC Media) Perbesar

Laurentius Logam (Foto: Roby / FEC Media)

Labuan Bajo, Floreseditorial.com – Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Manggarai Barat (Mabar) untuk mengoptimalisasi pajak Galian C di kabupaten Mabar nampaknya jalan di tempat.

Sejumlah kalangan pun menilai, pansus yang dikabarkan dikomandani oleh Marsel Jeramun itu ‘Mandul’ dan tidak berdampak apa-apa bagi rakyat Manggarai Barat.

Ketua Pemantau Keuangan Negara (PKN) Mabar, Laurentius Logam, menjelaskan, sengkarut Galian C saat saat ini sudah sangat kompleks.

“Sehingga memang perlu dibentuknnya tim yang siap bekerja untuk membenahi ini secara total. Mestinya dari dulu pansus ini dibentuk sehingga PAD kita tidak mengalami defisit hingga berimbas pada pemangkasan gaji TKD,” kata Laurentius.

Menurutnya, selama empat bulan, masyarakat menanti hasil kerja Pansus.

“Ternyata rakyat hanya dipertontonkan manuver politik anggota Marsel Jeramun,” katanya.

Jika mereview kembali pernyataan Marsel, katanya lebih lanjut, Pansus dibentuk untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor pertambangan.

“Namun, anggota Pansus gagal paham terhadap fokus kerjanya. Saya jadi bingung juga, teriak ke publik dengan gagah – gagahan, ternyata kinerja Pansus Nihil, Wakil rakyat macam apa ini?,” katanya.

Marsel, katanya lebih lanjut, lebih fokus mencari panggung di dunia Maya hingga lupa dengan tugas pokoknya sebagai wakil rakyat.

“Kalau saya perhatikan beliau ini kerap lupa dengan tugasnya. Dia lebih dominan mengintervensi persoalan yang bukan dapurnya. Sebut saja produk pembangunan APBD I yang tidak optimal, selalu mendapat kecaman darinya. Pertanyaan kita sekarang, dapur Anda sendiri sudah oke belum?
Banyak persoalan pembangunan dari APBD II yang mesti disorot, Kenapa lompat pagar? Terlalu jauh anda teriaknya!,” katanya lebih Lanjut.

Menurutnya, jika ditelisik lebih jauh, produktifitas Marsel sebagai wakil Rakyat sangat nihil.

“Kalau tidak sanggup, kasih ke masyarakat. Tinggal bikin aja sayembaranya, nanti saya tumpahkan semua datanya ke meja Pansus! Saya merasa aneh sekali, beberapa waktu hari lalu Pak Marsel sentil pansus karena tidak produktif, ternyata kaptennya dia sendiri. Publik melihat bahwa Marasel sangat getol, ternyata Pagar Makan Tanaman,” katanya.

Untuk diketahui, pro kontra pembentukan Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Pansus DPRD) kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dalam rangka optimalisasi Pajak daerah dan Retribusi Daerah dinilai Mandul hanya sebatas seremonial belaka.

Wakil Ketua DPRD kabupaten Manggarai Barat, Marsel Jeramun, dalam pemberitaan media online Baranewsaceh.co tertangal 28 Oktober 2021 mengatakan Pansus tersebut awalnya dibentuk untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) kabupaten Manggarai Barat melalui sektor pertambangan.

Namun, Pansus gagal paham terhadap fokus kerjanya.

Ia sendiri juga mengatakan bahwa kerja Pansus terkait optimalisasi Pajak Galian C mandek bahkan jalan ditempat.

Laporan: Roby

Artikel ini telah dibaca 1.095 kali

Baca Lainnya

Stefanus Gandi: Kabupaten Ngada Menjadi Role Model Pertanian di NTT

21 Januari 2022 - 13:25 WITA

Stefanus Gandi: Keberanian adalah Kunci  Menjadi Sukses

21 Januari 2022 - 08:22 WITA

Stefanus Gandi: Tidak Ada yang Lebih Kaya di Dunia Ini Selain Hati Kita

20 Januari 2022 - 12:05 WITA

Stefanus Gandi Institute Gemakan Literasi di Bumi Flores, Ini Kata Uskup Ruteng

20 Januari 2022 - 03:34 WITA

Tak Bayar Upah Kerja, Pemilik Bengkel Ancam Jual Kendaraan Dinas Pemkab Matim

19 Januari 2022 - 11:15 WITA

Mobil Ekspedisi Mitra Jaya Terbalik di Aimere, Begini Kondisinya

19 Januari 2022 - 09:35 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!