Menu

Mode Gelap

Hukrim · 17 Des 2020 11:31 WITA ·

Kejari Maumere Tahan Tersangka Korupsi Proyek Puskesmas


 Kejari Maumere Tahan Tersangka Korupsi Proyek Puskesmas Perbesar

Ilustrasi. (Net)

Sikka, Floreseditorial.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, menahan rekanan/kontraktor pelaksana berinisial DDK dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial DAB, terkait pengerjaan proyek pembangunan Puskesmas Bola, Kecamatan Bola, pada Kamis (10/12/2020).

Kepala Kejari Maumere, Fahmi, yang didampingi Pejabat Struktural Kejari Maumere, mengatakan, DDK dan DAB ditahan lantaran keduanya telah melakukan korupsi dana senilai Rp 540 Juta dalam pengerjaan proyek pembangunan Puskesmas Bola, yang berlokasi di Bola, Ibu Kota Kecamatan Bola. 

Hingga saat ini, lanjutnya, pihaknya sedang mendalami proses hukum kasus pembangunan Puskesmas  senilai Rp 3,9 Miliar lebih itu.

Kepada awak media di Aula Kejari Maumere, Kamis (10/12/2020), Fahmi menjelaskan, penahanan terhadap rekanan/kontraktor pelaksana dan PPK ini dilakukan, karena berdasarkan hasil penyidikan, kedua tersangka bertanggung jawab di balik adanya dugaan mens rea (niat jahat) untuk melakukan Perbuatan Melawan Hukum yang menyebabkan kerugian negara senilai Rp 540 Juta.

“Kami telah melakukan penahanan terhadap kedua tersangka, yang sementara ini kami titipkan di tahanan Mapolres Sikka, sambil menunggu pelimpahan secepatnya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Kupang,” terangnya.

Ia menambahkan, penetapan tersangka terhadap kedua orang tersebut pascs pemeriksaan terhadap 20 orang saksi dan 3 saksi ahli lainnya. Menurutnya, tersangka DDK ditahan pada tanggal 3 Desember 2020, sedangkan DAB ditahan pada tanggal 8 Desember 2020.

“Penanganan terhadap kasus ini berjalan sejak tahun 2019, sebelum saya pindah ke Kejari Maumere. Memang agak lambat menurut saya, sebab kita sangat hati-hati dan juga karena terbentur situasi covid-19. Jadi, kedua tersangka ini yang kami nilai paling bertanggung jawab setelah kami melakukan ekspose,” jelasnya.

Terkait kewenangan pihak Kejaksaan dalam perkara tersebut, apakah mendahului Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) selayaknya tahapan yang lazim dilakukan dalam proses pengawasan keuangan negara, Fahmi menegaskan, perkara tersebut ditangani Kejaksaan berdasarkan informasi dari masyarakat, dan dalam proses selanjutnya, pihaknya juga berkoordinasi dengan APIP.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Maumere, Jeremias Pena, juga mengatakan bahwa kasus tersebut bukan ditemukan oleh APIP, melainkan atas laporan masyarakat. Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, lanjutnya, Kejari Maumere kemudian melakukan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket).

“Setelah kita telusuri, ternyata ada unsur Perbuatan melawan hukum, ada mens rea-nya. Dan setelah kita Pulbaket, APIP juga kemudian kita libatkan untuk menghitung nilai kerugian negara,” jelasnya.

Untuk diketahui, pembangunan Puskesmas Bola merupakan proyek Tahun Anggaran 2019 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dikerjakan dengan kontrak senilai Rp 3,9 Miliar lebih. Puskesmas yang dirancang tiga lantai lengkap dengan basement itu, dikerjakan oleh CV. Cipta Konstruksi Indah dan diresmikan oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, pada tanggal 12 Juni 2020.

Intimidasi Terhadap Saksi

Usai penyidikan, informasi yang berkembang menyebutkan, banyak orang yang mengatasnamakan Kejari Maumere dan oknum Kejaksaan, menghubungi dan menakut-nakuti para saksi.

“Saya harap kepada seluruh saksi tidak usah takut dan tetap tenang, karena kami tidak pernah menghubungi para saksi via telepon. Ini memang sudah biasa, di mana ada kasus yang naik, ada pergantian pejabat yang baru, oknum-oknum itu selalu memanfaatkan situasi ini,” sebutnya.

Ia menambahkan, selain teror melalui telepon yang ditujukan kepada para saksi, tersangka juga mendapat teror yang sama, dengan mengatasnamakan pihak Kejaksaan. Ia kemudian menegaskan bahwa hal itu tidak benar. Tidak ada hubungan melalui via telepon yang mengatasnamakan pihak Kejaksaan, karena menurutnya, semua panggilan kepada saksi harus formil (melalui surat panggilan).

“Kami tidak pernah semena-mena terhadap para saksi karena kami bekerja secara proporsional dan profesional. Jadi untuk para saksi, tidak usah takut, kembalilah bekerja sesuai tupoksi masing-masing. Apa yang kami kerjakan, kami laporkan secara transparan kepada Pimpinan Kejati NTT di Kupang. Kalau ada kendala, silahkan datang meminta informasi di kantor Kejaksaan dan kami siap melayani,” terangnya.

Fahmi menjelaskan, perkara kasus ini belum disidangkan dan pihaknya masih membutuhkan semua saksi untuk memberikan keterangan di fakta persidangan nantinya.  Jangan sampai para saksi merasa ketakutan karena mereka merupakan aset dan sebagai alat bukti yang sudah dikumpulkan serta pihaknya juga berkewajiban untuk melindungi mereka.

Terkait adanya Pejabat Pemda Sikka yang sempat bertemu pihak Kejari Maumere, Ia mengatakan, pihak Pemda Sikka tidak pernah bertemu pihaknya. Hanya saja ada permintaan dari Pemda Sikka terhadap Surat Perintah Penahan dan Surat Penetapan Tersangka, dikarenakan salah satu tersangka dalam kasus ini merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja dalam lingkup Pemda Sikka. 

“Nanti kita akan berikan suratnya. ASN jadi mungkin menentukan statusnya, wajar itu kan dalam urusan birokrasi kepegawaian. Kami juga menginginkan proses ini cepat dan tidak mengambang karena asas peradilan itu cepat, biaya ringan dan sederhana,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Maumere, Cornelis S. Oematan, menuturkan, informasi yang didapatkan dari pihaknya, menyebutkan adanya upaya melalui telepon seluler untuk menghentikan proses penanganan kasus proyek Puskesmas Bola yang sementara berjalan. Dimana, lanjutnya, proses penyidikan terhadap para saksi, sudah sekitar 90 persen.

Ia menjelaskan, para saksi ada yang mendapatkan teror melalui telepon dan ada juga melalui pesan WhatsApp dari oknum-oknum tersebut, dengan mengatasnamakan Penyidik Kejari Sikka, yang berujung pada permintaan sejumlah uang. Dengan demikian, pihaknya terus mengantisipasi agar jangan terjadi lagi hal yang demikian.

“Para saksi ini mendapatkan tekanan dari oknum-oknum tersebut. Akhirnya mereka mungkin lebih tertekan lagi, jadi kami akan berusaha untuk mengantisipasi itu,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Warga Manggarai Timur Gantung Diri, Diduga Karena Himpitan Ekonomi dan Terlilit Utang

25 Oktober 2021 - 12:59 WITA

Polisi Tetapkan Direktur PT Dayatunas Mekarwangi Sebagai Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Bandara Frans Sales Lega

25 Oktober 2021 - 06:29 WITA

Dituduh Dukun Santet, Pasutri di Manggarai Dipersekusi

24 Oktober 2021 - 23:50 WITA

Diduga Dibackup Aparat, Puluhan Ekor Sapi Betina Produktif Asal Matim Diselundupkan ke Bima Setiap Minggu

20 Oktober 2021 - 13:59 WITA

Belasan Pasangan Remaja di Ruteng Kepergok Sedang ‘Gituan’ di Dalam Kamar Kos

20 Oktober 2021 - 07:19 WITA

Sampah Sak Semen Hingga Pakaian Dalam Bekas Pakai Hiasi Area Sekitar Pelabuhan Wae Wole

19 Oktober 2021 - 16:16 WITA

Trending di Top News
error: Content is protected !!