Menu

Mode Gelap

Top News · 18 Nov 2021 14:17 WITA ·

Karam di Pulau Siaba, Kapal Wisata Solideo Rusak Terumbu Karang di Kawasan TNK


 Kapal Wisata KLM Solideo 01 karam di perairan sekitar pulau Siaba, Taman Nasional Komodo (Foto: FEC Media / Roby) Perbesar

Kapal Wisata KLM Solideo 01 karam di perairan sekitar pulau Siaba, Taman Nasional Komodo (Foto: FEC Media / Roby)

Labuan Bajo, Floreseditorial.com – Kapal Wisata KLM Solideo 01 karam di perairan sekitar pulau Siaba, wilayah perairan Taman Nasional Komodo (TNK) kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat pada Sabtu, 30 Oktober 2021 lalu.

Namun, hingga saat ini, kapal tersebut belum dievakuasi.

Naasnya, karamnya kapal tersebut berdampak pada rusaknya sejumlah besar terumbu karang di wilayah yang berada dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) itu.

Rusaknya terumbu karang itu diketahui dari beredarnya sejumlah potret bawah air di lokasi karamnya kapal dengan nomor Al.820/6/20/KSOP.LBJ-2021 itu.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo, Hasan Sadili, saat ditemui media ini diruang kerjanya, Kamis ( 18/11/2021) menjelaskan, informasi karamnya Kapal Wisata Solideo diperoleh salah seorang kapten kapal lain yang saat itu berada di dekat lokasi kejadian.

“Kami mendapat informasi itu melalui radio dari salah seorang kapten Kapal yang berada di dekat lokasi kejadian, sementara pihak kapal Solideo sendiri tidak menginformasikan kepada kami”, ungkap Hasan.

Setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya lalu mengevakuasi para penumpang yang berada di dalam kapal motor tersebut.

“Tanpa berpikir panjang saya dan tim beragkat ke lokasi untuk berusaha mengevakuasi penumpang di kapal tersebut menggunakan Speedboat milik teman-teman, karena kapal kita tidak cukup, sekitar pukul 20:00 kami tiba di lokasi dan kami mengevakuasi 18 orang penumpang dan kami antar mereka ke Hotel La Prima tempat mereka menginap,” katanya.

Sejumlah terumbu karang ditemukan rusak di lokasi karamnya kapal (Foto:Ist)

Saat kejadian, katanya lebih lanjut, kondisi Kapal tidak terlalu parah. Bahkan saking optimisnya, nahkoda saat itu melarang penupang untuk dievakuasi.

“Kondisi kapal memang tidak terlalu parah, nahkodanya bilangnya sama saya, pak penumpangnya nggak usah di evakuasi nanti besok pagi kapalnya akan keluar. Dia bilang seperti itu, dan sayakan nggak setuju, saya juga Nahkoda, saya tahu kondisi kapalnya, dan saya bilang nggak bisa saya evakuasi semua penumpang,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan, hingga saat ini kapal tersebut belum bisa dievakuasi karena pemilik kapal tidak memiliki anggaran mengevakuasi kapalnya.

Atas kejadian tersebut, katanya, pihaknya telah kirimkan laporan kecelakaan kapal ke Direktur KPLP, Direktur Lalu Lintas dan Direktur Kepelabuhanan.

“BAPnya juga sudah selesai, Kita juga sudah ambil keterangan dari nahkoda dan perwakilan pemilik kapal terhadap semua seritifikat kepemilikan kapal”, ungkapnya.

Terkait penyebab kecelakan kapal, Hasan menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab, yaitu faktor alam dan faktor manusia.

“Faktor alamnya itu karena kondisi alam, saat adanya pasang arus kencang dan faktor manusianya itu karena tidak memperhitungkan kedangkalan di area tersebut,” tukasnya.

Laporan: Roby

Artikel ini telah dibaca 116 kali

Baca Lainnya

PMKRI Pusat Soroti Rencana Pembelian Mobil Dinas DPRD Matim

29 November 2021 - 11:27 WITA

Anggota DPRD PSI di Manggarai Timur Absen Dua Paripurna Berturut-turut

26 November 2021 - 09:28 WITA

DPRD Matim Diminta Batalkan Rencana Beli Mobil Dinas Baru

26 November 2021 - 03:02 WITA

14 Anggota Dewan Absen Saat Paripurna XXX DPRD Matim

24 November 2021 - 08:14 WITA

Ambruk Saat Dikerjakan, Proyek Pembangunan Puskesmas Senilai 7,6 Miliar di Mabar Tuai Sorotan

22 November 2021 - 14:15 WITA

Proyek Air Minum Bersih Desa Rana Masak: Direncanakan Untuk Mubazir!

20 November 2021 - 05:30 WITA

Trending di Top News
error: Content is protected !!