Menu

Mode Gelap

Hukrim · 16 Sep 2021 10:54 WITA ·

Jeritan Hati Istri-Istri Tersangka Kasus Golo Mori, Dikucilkan Hingga Kesulitan Biaya Hidup


 Melania, Istri salah satu tersangka kasus Tanah di Golo Mori. (Foto: FEC Media / Roby) Perbesar

Melania, Istri salah satu tersangka kasus Tanah di Golo Mori. (Foto: FEC Media / Roby)

Labuan Bajo, Floreseditorial.com – Penangkapan 21 orang oleh pihak Kepolisian Resort Manggarai Barat (Mabar) pada Jumat (02/07/2021) lalu dan telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam undang undang darurat no.12 tahun 1951 pasal 2 ayat (1), terus menyisahkan pilu bagi kelurga.

 

Salah satunya, Melania Mamu (51), istri Hironimus, salah seorang tersangka yang ditangkap pihak kepolisian.

 

Ia mengisahkan, semenjak suami dan beberapa anggota keluarganya ditangkap oleh pihak Kepolisian Resor Manggarai Barat, Ia dan keluarganya mendapat sorotan dan dikucilkan banyak  pihak

 

“Saya malu pulang ke kampung pak, karena masyarakat di sana telah menganggap kami sebagai pembawa masalah, penjahat dan orang-orang yang telah merampaskan tanahnya orang. Orang-orang melihat kami itu dengan pandangan sinis, kami juga tidak tahu apa salah kami yang sebenarnya”, ungkap Melania.

 

Isak tangis Melania pun pecah saat  Ia mengisahkan susahnya menjalani kehidupan setiap hari pasca suaminya ditahan Polisi. Ia khawatir memikirkan nasib keluarganya mengingat suaminya adalah seorang PNS.

 

“Semenjak suami saya ditahan pak, saya kesana-kemari cari pinjaman uang untuk biaya hidup kami, bahkan tidak ada membantu pak, yang saya takut pak, kalau suami saya nanti akan dipecat karena masalah ini, jadi bagaimana sudah nasib keluarga saya pak, sementara suami saya pada saat itu sedang mengikuti pertemuan di Kantor desa Golo Mori”, ucapnya, Kamis (16/09/2021).

 

Sebelumnya Ia mengisahkan, hingga saat ini dirinya belum mengetahui dasar penangkapan terhadap ke 21 orang itu termasuk suaminya.

 

“Saat itu, suami Saya ke Kantor Desa untuk mengikuti sebuah pertemuan, karena dia seorang Pegawai Negeri Sipil. Sore harinya, seperti biasa suami saya ke kebun (kebun lainnya,red) yang jaraknya sekitar 10 menit perjalanan dari lokasi tempat para pekerja bekerja, tiba – tiba polisi datang dan menangkap suami saya,” kata Melania saat ditemui Flores Editorial pada Kamis (02/09/2021) lalu.

 

Menurutnya, selain suaminya yang saat itu sedang berada di kebun, beberapa pekerja lain pun ditangkap saat sedang tidur, saat pulang mancing ikan dan yang lainnya ditangkap saat bekerja di kebun milik sendiri.

 

“Mereka disuruh berbaris, lalu disuruh masuk dalam kendaraan dan diangkut ke Kantor polisi dan ditahan hingga saat ini,” jelas Melania yang saat itu didampingi praktisi Hukum Iren Surya.

 

Keluhan yang sama juga di sampaikan oleh Maria Bergita (43). Ia mengisahkan, beban kehidupan harus ia tanggung semenjak suaminya ditahan polisi.

 

“Kami sedih, stres, karena kami dituduh membayar pembunuh bayaran, apalagi tekanan dari masyarakat maupun dari pihak kepolisian berupa ancaman akan dipenjara”, kisahnya.

 

Ia pun berharap agar pihak kepolisian bisa menjalankan tugas dengan baik dan tidak melihat  persoalan dari satu sisi saja.

 

“Harapan semoga pihak kepolisian bisa menjalankan tugasnya untuk mengayomi masyarakat akan berjalan dengan baik, jangan menilai persoalan dari satu sisi saja”, harapnya.

 

Untuk diketahui, aparat kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat (Mabar) menangkap 21 orang pekerja kebun di Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

 

Penangkapan terhadap ke 21 orang upahan harian itu dilakukan pada Jumat (02/07/2021) lalu, dikomandani langsung oleh Kapolres Manggarai Barat, Bambang Hari Wibowo.

 

Saat ini, ke 21 orang tersebut termasuk pemilik kebun telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah menjalani tahanan selama lebih dari dua bulan.

 

Laporan: Roby

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Belasan Pasangan Remaja di Ruteng Kepergok Sedang ‘Gituan’ di Dalam Kamar Kos

20 Oktober 2021 - 07:19 WITA

Toko Restu Borong Disegel Kelompok David Adoe

16 Oktober 2021 - 02:20 WITA

‘Bola Panas’ Golo Mori Diambil Alih Kejaksaan Tinggi?

7 Oktober 2021 - 07:33 WITA

Mantan Satpam PT. IndoMobil Pencuri Motor Ditangkap di Labuan Bajo

6 Oktober 2021 - 11:09 WITA

Ayah di Ende Berkali-kali Setubuhi Anak Kandung yang Masih Berusia 14 Tahun Hingga Hamil

2 Oktober 2021 - 14:06 WITA

Sengkarut Golo Mori, Petrus D. Ruman: Hukum Jadi Industri Tuk Menjaga Kepentingan Orang Tertentu

17 September 2021 - 06:11 WITA

Trending di Hukrim
error: Content is protected !!