Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 28 Nov 2021 04:19 WITA ·

Intip Sederetan Prestasi SMPK Yosefa Labuan Bajo, Boyong Tiga Kejuaran Lomba Story Telling Hingga Masuk 10 Besar Juara Perlombaan Se-Regional Bali


 Tiga anak berprestasi SMPK Yosefa Labuan Bajo. Dari kiri  Agnes queenayra peraih juara 1,  Maria Gampar peraih Juara Harapan 1 dan Anitha Vendy, peraih juara 2 (Foto: FEC Media) Perbesar

Tiga anak berprestasi SMPK Yosefa Labuan Bajo. Dari kiri Agnes queenayra peraih juara 1, Maria Gampar peraih Juara Harapan 1 dan Anitha Vendy, peraih juara 2 (Foto: FEC Media)

Labuan Bajo, Floreseditorial.com – Tiga Siswa Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Yosefa, Labuan Bajo, berhasil keluar menjadi juara dalam perlombaan Story Telling yang diselenggarakan oleh Deni’s Mart pada Kamis (25/11/2021) di Labuan Bajo.

Ketiga siswa berprestasi asuhan
Sekolah milik Biara SSPS itu di antaranya Agnes Queenayra Ananda Mon yang keluar sebagai juara satu, Anitha Jennifer Vendy yang keluar sebagai juara dua, dan Maria Gwenthalia Alexandra Gampar, yang keluar sebagai juara harapan satu.

Mereka berhasil menyisihkan para peserta perlombaan yang melibatkan semua SMP, baik Negri maupun swasta, di Labuan Bajo, seperti SMP Arnoldus, SMP Lentera dan SMP Negeri 8 yang bersaing ketat saat mengikuti perlombaan.

Dengan jumlah peserta lomba sebanyak 9 orang termasuk SMPK Yosefa, sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Dian Yosefa itu membawa pulang tiga kejuaraan.

Suci Maria, kepala operasional Labuan Square kepada Floreseditorial.com menjelaskan, perlombaan tersebut adalah wujud komitmen perusahaan untuk memajukan dunia pendidikan.

“Sebagian keuntungan perusahaan, kami alokasikan juga untuk pengembangan talenta generasi muda melalui berbagai kegiatan dan perlombaan,” katanya, Minggu (28/11/2021).

Menurutnya, setiap bulan, akan diadakan kegiatan bagi generasi muda di Labuan Bajo dan diberi apresiasi.

Sementara Kepala Sekolah Yosefa Sr. Elin, Ssps, M.PD, mengaku berbangga dengan prestasi anak didiknya.

“Anak yang dikirim adalah anak anak kelas 7 atau kelas I SMP, yang harus bersaing dengan anak kelas 9 atau kelas III SMP dari sekolah lain,” kata Elin.

Jebolan S2 Universitas Pendidikan Taman Siswa Jogyakarta itu mengatakan, sekolahnya merasa patut berbangga karena bisa menunjukkan prestasi dalam perlombaan antara sekolah.

“Kami memegang prinsip agar anak Yosefa bisa berprestasi dalam segala bidang,” tutur Kepala Sekolah yang pernah memimpin TK Bunda Maria Cancar dan Tk Palakahembi di sumba Timur itu.

Kepala sekolah, Sr. Elin SSPS, M.Mpd, bersama para guru pose bersama di hari Guru tanggal 25 Nopember 2021 (Foto: FEC Media)

Sederetan Prestasi SMPK Yosefa Labuan Bajo

Menurutnya, Siswa SMPK Yosefa,
tidak hanya berprestasi di tahun 2021. Namun, sederetan prestasi sejak tahun 2019 telah mereka toreh.

“Tahun 2019 anak-anak Yosefa memboyong 6 piala untuk kejuaraan bahasa Inggris, yaitu spelling Bee (Mengeja kata dalam bahasa inggris) dan meraih juara II, spech competition (Lomba pidato Bahasa Inggris) dan mendapat Juara 1 dan 2 , writing competition (lomba menulis) meraih juara 1, juara 2 dan juara 3,”
Kata Elin.

Di bidang pendidikan lain, katanya lebih lanjut, pada Tahun 2019 silam, SMPK Yosefa  berhasil meraih juara 1 lomba bidang studi IPA tingkat Kabupaten Manggarai Barat dan mengikuti lomba yang sama di Kupang.

“Sedangkan tahun 2021, kami meraih juara 3 lomba bidang studi Matematika, tingkat Kabupaten Manggarai Barat,” katanya.

Suster dari biara SSPS yang pernah mengikuti pertukaran Guru BRIDGE Australia – Indonesia selama 1 bulan di Melbourne, Sydney dan Adelaide itu mengatakan, anak didiknya telah masuk 10 besar lomba nasional speech competition se-regional Bali.

“Kami masuk 10 besar untuk semua SMP di wilayah Bali, NTB dan NTT. Atas nama Marie Florentine Janette Iwo, yang diselenggarakan oleh penerbit Erlangga. Kesulitan saat itu adalah masalah jaringan yang tidak kuat,” katanya.

Selain prestasi dalam pelbagai bidang, siswa SMPK Yosefa pernah mengikuti lomba Menari tingkat Kabupaten Manggarai Barat pada tahun 2019 dengan meraih juara 1 serta menjadi utusan kabupaten Manggarai Barat ke tingkat provinsi.

Suster kelahiran Dayak ini berkomitmen agar semua peserta didiknya mendapat pendidikan budi pekerti yang baik, berkarakter Pancasila, berintegritas, dan mempunyai kecerdasan yang baik.

Untuk mewujudkan misi ini, para Guru di SMPK Yosefa diwajibkan untuk melihat talenta pribadi siswa siswi selain mata pelajaran.

“Anak didik tak dibiarkan bertumbuh tanpa pendampingan,” tukasnya.

Di pihak lain, Elisabeth Melani Hadini, salah seorang guru SMPK Yosefa mengatakan, di bawah pimpinan kepala sekolah yang mempunyai segudang pengalaman dalam dunia pendidikan, para guru digodok agar menjadi guru berintegritas dan mempunyai komitmen serta kecerdasan.

Jebolan Unika St. Paulus Ruteng itu mengatakan, mereka diberi kesempatan agar mengembangkan talenta dengan baik dalam proses mendidik siswa.

Terpisah, Maria Dorensia Hartika, guru Matematika di Sekolah tersebut menjelaskan, iklim sekolah yang dibangun membuat mereka semangat untuk mengabdi bagi anak didik.

“Kami para guru diminta untuk membentuk team pendampingan anak anak. Dan saya berada di team Matematika untuk membimbing anak anak baik secara umum maupun secara pribadi. Hasilnya, anak didik kami bisa masuk 5 besar lomba Olimpiade Matematika se-Manggarai Barat,” imbuhnya.

Kata dia, anak anak yang lamban dalam menangkap pelajaran pun akan diberi  perhatian ekstra secara penuh.

“Misalnya, kami punya siswa yang tidak bisa perkalian, kurang bagus dalam berbahasa Indonesia, akan dididik secara khusus oleh kami paru guru . Hasilnya tentu anak anak akan berubah, dan kami bangga, apa yang kami perjuangkan bagi anak anak dengan metode seperti ini berhasil,” tukasnya.

Sementara Maria Goreti, Salah satu orang tua siswa mengaku berbangga dengan loyalitas para guru SMPK Yosefa, dalam membimbing serta mendampingi siswa.

“Sehingga mereka bisa berani, sopan, percaya diri, bisa berkompetisi, tidak hanya di sekolah tetapi juga lintas sekolah” katanya.

Para orang tua pun senang, spiritualitas Katolik yang ditanamkan pada diri siswa SMPK Yosefa.

“Hal seperti inilah yang membuat kami orang tua ingin agar anak kami belajar di Yosefa,” tukasnya.

Artikel ini telah dibaca 499 kali

Baca Lainnya

Stefanus Gandi Institute Gemakan Literasi di Bumi Flores

18 Januari 2022 - 01:59 WITA

Peringati Hari Guru, Ini yang Dilakukan Civitas SMKN I Poco Ranaka

28 November 2021 - 02:53 WITA

Asa Kemampuan Siswa, SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo Adakan English Competition

19 November 2021 - 14:48 WITA

SDK Jawang Rencanakan Pendirian Taman Baca

18 November 2021 - 12:40 WITA

Dukung Gerakan Literasi, YPF Salurkan 21 Ribu Buku dari Yayasan One Hope Indonesia di Matim

17 November 2021 - 04:15 WITA

Literasi Itu Vaksin Kemiskinan

12 November 2021 - 14:20 WITA

Trending di Pendidikan
error: Content is protected !!