Menu

Mode Gelap

News · 21 Des 2020 11:20 WITA ·

Gerakan Bantu Tanam Bagi Petani Terdampak Erupsi Ile Lewotolok


 Gerakan Bantu Tanam Bagi Petani Terdampak Erupsi Ile Lewotolok Perbesar

Para Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Lembata sedang menanam benih jagung di lokasi pertanian Parek Walang, Kecamatan Ile Ape, milik petani dari sembilan desa terdampak Erupsi Ile Lewotolok. (Foto: Dok. Dinas Pertanian Lembata)


Lembata, Floreseditorial.com – Dinas Pertanian Kabupaten Lembata membuat kegiatan Gerakan Bantu Tanam, dalam rangka realisasi tanam jagung bagi petani di sembilan desa terdampak erupsi Ile Lewotolok.

Hingga Senin (21/12/2020), pemerintah sudah membantu realisasi tanam pada lahan pertanian milik warga dari tujuh desa, yakni Waimatan, Lamagute, Napasabok, Bunga Muda, Tanjung Batu, Lamawara dan Watodiri. Sedangkan untuk lahan milik warga Desa Amakaka dan Waowala, penanaman akan dilakukan pada Selasa (22/12/2020).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lembata, Matias A. K. Beyeng, mengatakan, pemerintah terapkan dua pola untuk membantu petani terdampak erupsi Ile Lewotolok, yakni kegiatan bantu tanam dan mobilisasi masyarakat untuk menanam.

“Jadi untuk bantu petani terdampak erupsi, kita laksanakan dua kegiatan. Kita bantu tanam dan kita bantu mobilisasi warga untuk menanam,” papar Matias Beyeng saat ditemui floreseditorial.com di Posko Utama TDB Erupsi Ile Lewotolok, Senin (21/12/2020).

Untuk kegiatan bantu tanam, terang Manto, pihaknya melibatkan semua Penyuluh Pertanian dari sembilan kecamatan dengan sistem bergilir. Sedangkan kegiatan mobilisasi tanam, pemerintah menyiapkan armada kendaraan untuk mobilisasi petani yang ingin ke kampung untuk tanam jagung di lahannya. 

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tetap mengacu pada rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Oleh karena itu, Gerakan Bantu Tanam diprioritaskan pada lahan milik warga terdampak yang masuk dalam zona merah, tetapi lahannya berada di zona hijau.

“Jadi, meski para petani itu dari sembilan desa yang masuk dalam zona merah, tapi kita bantu pada lahan milik mereka yang ada di zona hijau. Lebih banyak itu lahan mereka yang ada di daerah Parek Walang. Itu menuju ke tanjung, dan itu masuk zona hijau, jadi aman,” terang Beyeng.

Gerakan Bantu Tanam diharapkan bisa membantu pencapaian target pemerintah, yakni 2.611 hektare jagung di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. 

Selain Penyuluh Pertanian, Gerakan Bantu Tanam juga didukung sejumlah Relawan secara parsial seperti dari SMKN 1 Nubatukan dan dari Universitas Muhamadyah Kupang.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Sekda Matim Serahkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Berbasis Keluarga di Matim

22 Oktober 2021 - 09:32 WITA

Dituding Lakukan Provokasi Melalui Video, Doni Pareira: Itu Ekpresi Kepanikan Para Aktor Mafia Tanah di Labuan Bajo

17 Oktober 2021 - 14:13 WITA

PT. WGP Diduga Serobot Lahan Warga Desa Pantar

16 Oktober 2021 - 07:54 WITA

Ke Labuan Bajo, Presiden akan Resmikan Penataan Sejumlah Infrastruktur

14 Oktober 2021 - 02:26 WITA

Pemkab Mabar Terima Piagam Opini WTP dari Kemenkeu

13 Oktober 2021 - 06:35 WITA

Waspada, Uang Palsu Pecahan 100 Ribu Kembali Beredar di Manggarai Timur

9 Oktober 2021 - 12:07 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!