Menu

Mode Gelap

Manggarai Timur · 27 Apr 2017 07:49 WITA ·

DPRD Matim Diminta Tidak Tuli Mendengar Suara Rakyat Sebelah Wae Musur


 Salah satu lokasi disekitar jembatan waemusur yang sangat sulit dilewati warga (Foto: TeamYPF) Perbesar

Salah satu lokasi disekitar jembatan waemusur yang sangat sulit dilewati warga (Foto: TeamYPF)

Borong, floreditorial.com – Hasil deklarasi Forum Masyarakat Sebelah Wae Musur (FORMASMUR) bersama puluhan masyarakat, yang berlansung di lokasi PLTMH Wae Musur pada Minggu 23 April 2017 melahirkan 4 (empat) tuntutan yang merupakan pernyataan sikap yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Kabuapaten Manggarai Timur.

Ini empat poin tuntutan FOMASMUR.

Pertama, Mendesak Investor, Kontraktor, Bupati Manggarai Timur untuk segera membangun jalan di kali Wae Musur Coporate Social Responsibility (CSR) atau membangun limpasan.

Kedua, Pembangunan jalan di tengah Wae musur dan Wae larak bisa melibatkan masyarakat sebelah wae musur untuk menjamin kwalitas jalan.

Ketiga, Segera memasang tiang dan kabel listrik yang mengakses kesebelah wae musur menghubunngkan Desa Torok Golo, Desa Satar Lahing, Desa Lalang, Desa Satar Lenda, Desa Lidi dan Desa Beangencung. Keempat, Apabila Investor, Kontraktor dan Bupati Manggarai Timur dalam waktu Dua (2) minggu kedepan tidak mengindahkan pernyataan sikap ini maka kami dari FORMASMUR akan melakukan aksi damai ataupun dalam bentuk perjuangan lainnya.

DPRD Matim Pansuskan LKPJ Bupati Matim Tahun 2016

Eduardus Ejo, Kordinator FORMASMUR mengatakan ada 4 poin penting yang tertuang dalam pernyataan sikap kami, dan itu harus segera dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Investor dan Kontraktor, agar masyarakat sebelah Wae musur bisa menikmati pembangunan sebagaimana bentuk jawaban sila pancasila yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, (25/04/2017).

“Saya sudah antar lansung pernyataan sikap FORMASMUR itu ke kantor Bupati dan kepada Investor melalui Pemda (Pemerintah Daerah) Manggarai Timur pada Selasa 25 April 2017, serta tembusan ke Camat Rana Mese dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Manggarai Timur”, kata Ejo kepada Floreseditorial sore Selasa 25/04/2017.

Warga Purak Gunakan Jembatan Darurat Untuk Melintas

Ia Menegaskan, semoga Pemerintah Daerah Manggarai Timur membuka hati dan mata agar bisa melihat pembangunan jalan dan listrik di sebelah Wae Musur, semoga juga DPRD Manggarai Timur tidak tuli, agar bisa mendengar suara rakyat, tidak ada kata nanti atau akan, tetapi buatlah yang nyata. (Teo-FE)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Stefanus Gandi: Kabupaten Ngada Menjadi Role Model Pertanian di NTT

21 Januari 2022 - 13:25 WITA

Stefanus Gandi: Keberanian adalah Kunci  Menjadi Sukses

21 Januari 2022 - 08:22 WITA

Stefanus Gandi: Tidak Ada yang Lebih Kaya di Dunia Ini Selain Hati Kita

20 Januari 2022 - 12:05 WITA

Stefanus Gandi Institute Gemakan Literasi di Bumi Flores, Ini Kata Uskup Ruteng

20 Januari 2022 - 03:34 WITA

Tak Bayar Upah Kerja, Pemilik Bengkel Ancam Jual Kendaraan Dinas Pemkab Matim

19 Januari 2022 - 11:15 WITA

Mobil Ekspedisi Mitra Jaya Terbalik di Aimere, Begini Kondisinya

19 Januari 2022 - 09:35 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!