Menu

Mode Gelap

Ekbis · 19 Sep 2021 01:25 WITA ·

Dorong Peningkatan Kualitas Wirausaha, Pemkab Matim Berikan Pelatihan Tata Rias Bagi UMKM


 Pelatihan tara rias bagi pelaku UMKM di Manggarai Timur (Foto:Ist) Perbesar

Pelatihan tara rias bagi pelaku UMKM di Manggarai Timur (Foto:Ist)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com – Pandemic Covid-19 memberi efek ke berbagai bidang kehidupan, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

 

Dampaknya secara ekonomi adalah yang paling dirasakan oleh masyarakat, selain kesehatan tentunya.

 

Sebagian pelaku usaha mengalami kerugian akibat berbagai kebijakan dan pembatasan yang mengikuti pandemic Covid-19.

 

Pemerintah Kabuten Manggarai Timur melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, berupaya membantu UMKM untuk mengantisipasi dan/atau mengatasi dampak covid 19 dengan memberikan Pelatihan Tata Rias Bagi Pelaku UMKM.

 

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari sejak Kamis (16/9/21) sampai dengan Sabtu (18/9/21) bertempat di Aula Kevikepan Borong dan Hotel Gloria.

 

Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Matim, Fransiskus P Sinta, mengatakan, susahnya mendapatkan lapangan pekerjaan, menuntut setiap orang untuk lebih kreatif dan inovatif serta mampu membaca peluang sesuai potensi diri dan kebutuhan pasar.

 

“Mencari pekerjaan saat ini cukup susah, harus berpikir lebih luas dan berusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Setiap orang harus menyadari potensi yang dimiliki, belajar lebih banyak untuk meningkatkan keterampilan sehingga bisa bersaing.” kata kadis Fransiskus.

 

Kata dia, mendukung pelaku UMKM dan pelaku wirausaha merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemda Matim untuk mengurangi pengangguran.

 

“Pemkab Matim konsisten mendukung pelaku UMKM dan pelaku usaha, berbagai pelatihan untuk berbagai bidang usaha; baik itu untuk meningkatkan keterampilan maupun pengelolaan dan manajemen usaha, telah dilakukan selama ini. Pemerintah hadir sebagai pendorong UMKM dan membantu meningkatkan kesehjateraan masyarakat melalui peningkatan keterampilan,” tandas mantan Kasat Pol PP itu.

 

Hadir sebagai narasumber dan instruktur kegiatan ini adalah Shanty Wajong, owner  “Salon Cinta” Ruteng.

 

Pada kesempatan ini, Shanty tidak hanya berbagi ilmu tentang kecantikan tetapi juga pengalaman selama menjadi pelaku usaha salon kecantikan dan bagaimana menyikapi pandemic covid-19 sebagai seorang wirausaha.

 

“Tidak semua orang bisa menjadi pegawai, berseragam dengan jam kerja yang teratur setiap hari. Tetapi semua orang memiliki bakat dan keterampian yang bisa dikembangkan. Motivasi awal saya memutuskan untuk membuka usaha salon kecantikan adalah untuk mengembangkan bakat yang saya miliki dan juga menjadi “bos” untuk diri saya sendiri. Kebutuhan akan kecantikan tidak ada habisnya, bahkan saat pandemic pun, karena itu yang perlu dilakukan adalah konsisten menjaga kualitas dan memberikan yang terbaik untuk pelanggan.” katanya.

 

 

Instruktur yang mengambil kursus kecantikan di Jhony Andrean Salon Surabaya ini juga menyampaikan bahwa perempuan juga bisa membantu memenuhi ekonomi keluarga dengan menggali potensi diri.

 

“Usaha salon kecantikan bisa membantu pemenuhan ekonomi keluarga, kita bisa tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang ibu dan disaat yang sama juag menghasilkan uang dari usaha salon. Karena usaha ini bisa dijalankan di rumah saja atau kita yang mendatangi pelanggan sesuai kebutuhan mereka. Ibu-ibu beruntung karena Pemda Matim mengadakan kegiatan ini di Borong dan gratis pula, sehingga tidak perlu mengeluarkan uang untuk kursus dan membeli peralatan awal. Kesempatan ini harus dimaksimalkan. Kita sama-sama belajar untuk perempuan Matim yang lebih hebat dan berdaya,” demikian ditegaskan Shanty.

 

Felly Delos, salah seorang peserta Pelatihan Tata Rias Bagi Pelaku UMKM Tingkat Kab. Matim menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab untuk perhatian yang diberikan kepada pelaku UMKM.

 

“Kami sebagai pelaku UMKM berterima kasih kepada Pemda Matim untuk perhatian dan upaya yang senantiasa dilakukan untuk memajukan UMKM. Pelatihan seperti ini sangat kami butuhkan untuk peningkatan kemampuan sehingga kami bisa mengembangkan diri dan lebih percaya diri untuk bersaing dan berusaha,” katanya.

 

Sebagai perempuan, katanya lebih lanjut, kini tidak lagi merasa dianaktirikan, karena selama ini biasanya pelatihan yang dilaksanakan adalah pertukangan, las dan lain-lain yang sepertinya hanya untuk laki-laki.

 

“Terima kasih Pemda Matim, terima kasih juga kepada panitia dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM dan instruktur kami ibu Shanty.” tukasnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Sembuh dari ‘Sakit Berat’, PDAM Ende Tirta Kelimutu Raih Opini WTP dan Nilai Cukup

28 Agustus 2021 - 10:42 WITA

Restoran Green Chery, Restoran Fusion Mediterania Asia pertama yang Hadir di Labuan Bajo

23 Agustus 2021 - 10:14 WITA

PLN Operasikan Tol Listrik Flores Rp 1,1 Triliun, Sambungkan Labuan Bajo Hingga Maumere

31 Juli 2021 - 07:00 WITA

Rumah Kopi Flores Jadi Tongkrongan Kreatif Kaula Muda Mudi Pancasila

29 Juli 2021 - 05:34 WITA

Tunggak Pajak, Pemkab Manggarai Segel Sejumlah Ruko

29 Juli 2021 - 01:00 WITA

DPMTSP Ingatkan Pengusaha Cafe dan Karaoke di Matim Segera Urus Kelengkapan Izin Usaha

21 Juli 2021 - 13:37 WITA

Trending di Ekbis
error: Content is protected !!