Menu

Mode Gelap

News · 18 Nov 2021 08:49 WITA ·

Dikerjakan CV. Wae Dalit Indah, Kualitas Lapen di Kecamatan Wae Ri’i Dikeluhkan Warga


 Ditemukan beberapa titik kerusakan dalam proyek Pengerjaan Lapisan Penetrasi oleh CV. Wae Dalit Indah. (Foto: FEC Media / Valerius Isnoho) Perbesar

Ditemukan beberapa titik kerusakan dalam proyek Pengerjaan Lapisan Penetrasi oleh CV. Wae Dalit Indah. (Foto: FEC Media / Valerius Isnoho)

Ruteng, Floreseditorial.com – Kualitas pengerjaan lapisan penetrasi (Lapen) peningkatan jalan Bengkang-Ndehes Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) dikeluhkan warga setempat.

Pasalnya, Lapen yang dikerjakan oleh CV Wae Dalit Indah itu belum genap sebulan, namun kondisinya sudah rusak.

Terlihat beberapa titik pada ruas jalan tersebut telah mengalami kerusakan.

Tak cuma itu, di tengah ruas jalan dengan pagu sebesar Rp. 400 juta itu ditemukan aliran air yang panjangnya sekitar 8 meter.

“Kualitasnya buruk sekali pak, belum sebulan sudah rusak, sepertinya pengerjaannya tidak digilas ini pak,” kata Sebastianus, salah seorang warga yang ditemui di Lokasi.

Menurut Sebastianus, warga menduga proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknik pengerjaan lapen.

Sementara, pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) proyek tersebut, Melki Muardi, kepada media ini saat temui di lokasi proyek menuturkan, kerusakan yang terjadi dikarenakan sempitnya saluran irigasi di sekitar badan jalan.

“Dalamnya tidak sampai satu meter, sehingga air masuk ke badan jalan, menyebabkan aspalnya terkelupas,” kata Melki, Kamis (18/11/2021).

Meski demikian, Ia membantah tudingan warga bahwa jalan tersebut dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.

“Kalau pekerjaan itu tidak digilas itu tidak benar, ini kita kerja sesuai spesifikasi, alat dan material lapen juga sudah sesuai spek,” katanya.

Menurutnya, kontraktor telah bersedia untuk mengerjakan ulang ruas jalan yang rusak.

“Saya sudah perintahkan kontraktornya untuk segera memperbaiki semua kerusakkan yang ada,” ungkap Melki.

Sementara konsultan pengawas proyek, Marsel Jebatu, kepada ini menjelaskan, kerusakan terjadi karena curah hujan yang tinggi, hingga mengakibatkan permukaan lapen terkelupas.

“Jadi begitu lapisannya terbongkar, dengan sendirinya lapen itu akan rusak, kurang lebih total kerusakannya sekitar 17 meter untuk lapennya, sementara yang harus dikerjakan ulang ada 6 meter,” jelas Marsel.

Dirinya juga membantah terkait material yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

“Kalau soal material itu saya rasa tidak ada masalah. Semua material yang mereka gunakan sudah diuji lab dan layak untuk digunakan,” tutupnya.

Laporan: Valerius Isnoho

Artikel ini telah dibaca 223 kali

Baca Lainnya

Stefanus Gandi: Kabupaten Ngada Menjadi Role Model Pertanian di NTT

21 Januari 2022 - 13:25 WITA

Stefanus Gandi: Keberanian adalah Kunci  Menjadi Sukses

21 Januari 2022 - 08:22 WITA

Stefanus Gandi: Tidak Ada yang Lebih Kaya di Dunia Ini Selain Hati Kita

20 Januari 2022 - 12:05 WITA

Stefanus Gandi Institute Gemakan Literasi di Bumi Flores, Ini Kata Uskup Ruteng

20 Januari 2022 - 03:34 WITA

Tak Bayar Upah Kerja, Pemilik Bengkel Ancam Jual Kendaraan Dinas Pemkab Matim

19 Januari 2022 - 11:15 WITA

Mobil Ekspedisi Mitra Jaya Terbalik di Aimere, Begini Kondisinya

19 Januari 2022 - 09:35 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!