Menu

Mode Gelap

News · 16 Nov 2021 13:36 WITA ·

Diduga Proyek Titipan Dewan, Usia Pakai Ruas Jalan Tilir-Beo Riwu-Perang Senilai 1,6 Milliar Tak Sampai Setahun


 Kondisi ruas jalan Tilir - Beo Riwu - Perang yang baru selesai dikerjakan beberapa waktu lalu, namun kini kondisi jalan tersebit sudah mulai rusak. (Foto: FEC Media / Firman Jaya) Perbesar

Kondisi ruas jalan Tilir - Beo Riwu - Perang yang baru selesai dikerjakan beberapa waktu lalu, namun kini kondisi jalan tersebit sudah mulai rusak. (Foto: FEC Media / Firman Jaya)

Borong, Floreseditorial.com – Deretan panjang sejumlah proyek berkualitas buruk di Kabupaten Manggarai Timur hingga saat ini masih terus menjadi sorotan.

Mirisnya, usia pakai jalan yang dikerjakan menggunakan dana miliaran rupiah ini bahkan tak sampai satu tahun.

Salah satunya adalah proyek Peningkatan ruas jalan Tilir – Beo Riwu – Perang yang baru selesai dikerjakan beberapa waktu lalu, namun kini kondisi jalan tersebut sudah mulai rusak.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Karya Dite, dengan pagu Anggaran sebesar Rp. 1.693.218.079 yang bersumber dari APBD 2020 nampak mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Tak hanya kondisi aspal yang sudah terkelupas, Tembok Penahan Tanah (TPT) di jalur tersebut pun sudah ambruk.

Yos, seorang warga Poco Ri’i yang di temui media ini di lokasi pada Selasa, (16/11/2021), mengutarakan kekecewaannya. Pasalnya, usia pakai jalan seharusnya bisa digunakan dalam jangka waktu lama, namun justru sebaliknya.

“Masyarakat, tentu sangat kecewa dengan kondisi jalan yang sudah rusak ini pak. Coba lihat sendiri saja, seperti ini kondisinya, belum setahun tapi jalannya sudah hancur. TPT juga sudah banyak yang rusak pak,” Jelas Yos sembari menunjukan kondisi jalan.

Ia pun meminta kesediaan pihak kepolisian, untuk melakukan pengecekan ke lokasi. Pasalnya ada dugaan, proyek tersebut merupakan jatah salah seorang anggota DPRD Kabupaten Matim yang dikerjakan olah CV. Karya Dite, sehingga pengawasan terharap proyek tersebut menjadi lengang.

“Kami dapat info ini proyek jatah salah satu anggota DPRD Matim yang dikerjakan oleh CV. Karya Dite. Kami menduga jalan ini dikerjakan tak sesuai spesifikasi teknis, karena anggota DPRD punya, jadi pengawasannya lengang,” katanya.

Ia juga meminta agar CV. Karya Dite bertanggung jawab dengan pekerjaan ruas jalan tersebut.

“Jalan ini belum di PHO, kami minta PU datang cek dan minta Kontraktornya kerja ulang ini jalan,” tandasnya.

Sementara hingga berita ini dipublikasikan, Santo, Direktur CV.Karya dite belum berhasil dihubungi media.

Laporan: Firman Jaya

Artikel ini telah dibaca 604 kali

Baca Lainnya

Stefanus Gandi: Kabupaten Ngada Menjadi Role Model Pertanian di NTT

21 Januari 2022 - 13:25 WITA

Stefanus Gandi: Keberanian adalah Kunci  Menjadi Sukses

21 Januari 2022 - 08:22 WITA

Stefanus Gandi: Tidak Ada yang Lebih Kaya di Dunia Ini Selain Hati Kita

20 Januari 2022 - 12:05 WITA

Stefanus Gandi Institute Gemakan Literasi di Bumi Flores, Ini Kata Uskup Ruteng

20 Januari 2022 - 03:34 WITA

Tak Bayar Upah Kerja, Pemilik Bengkel Ancam Jual Kendaraan Dinas Pemkab Matim

19 Januari 2022 - 11:15 WITA

Mobil Ekspedisi Mitra Jaya Terbalik di Aimere, Begini Kondisinya

19 Januari 2022 - 09:35 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!