Menu

Mode Gelap

Top News · 20 Okt 2021 13:59 WITA ·

Diduga Dibackup Aparat, Puluhan Ekor Sapi Betina Produktif Asal Matim Diselundupkan ke Bima Setiap Minggu


 Tempat penampungan sapi - sapi yang akan diselundupkan ke Bima. Tempat penampungan ini berada tak jauh dari pelabuhan Sirise. (Foto:Ist) Perbesar

Tempat penampungan sapi - sapi yang akan diselundupkan ke Bima. Tempat penampungan ini berada tak jauh dari pelabuhan Sirise. (Foto:Ist)

Borong, Floreseditorial.comPenyelundupan sapi – sapi produktif secara ilegal asal kabupaten Manggarai Timur (Matim) kini semakin mengkhawatirkan.

Bagiamana tidak, penyelundupan sapi Betina produktif secara ilegal ini mencapai 70 hingga 90 ekor setiap Minggunya.

Praktik inipun disinyalir telah berlangsung selama satu tahun terakhir sejak tahun 2020 silam.

Diduga kuat, penyelundupan puluhan ekor sapi produktif secara ilegal ini dibackup aparat.

Hal ini dibuktikan dengan lengangnya pengawasan di sekitar wilayah pelabuhan Sirise, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda Utara yang diduga menjadi lokasi pengangkut sapi – sapi ilegal itu.

Menguatnya dugaan keterlibatan aparat dalam proses penyelundupan sapi – sapi produktif ini secara ilegal diketahui bebasnya sapi – sapi itu diangkut tanpa pengawasan.

Sapi – sapi tersebut, diangkut menggunakan kapal yang bersandar malam hari di pelabuhan Sirise, bekas pelabuhan tambang mangan Arumbai.

“Sapi – sapi itu akan diangkut ke Bima (Nusa Tenggara Barat,red). Usai ditampung beberapa hari, lalu di angkut menggunakan kapal. Kapal masuk di pelabuhan yang dulunya tempat muat mangan. Mereka biasanya muat malam pak, saat semua warga sudah tidur,” kata HR, salah seorang warga setempat, Rabu (20/10/2021).

Ia menjelaskan, rata-rata sapi yang diangkut adalah sapi betina yang masih produktif.

“75 sampai 90 ekor diangkut setiap Minggunya, dan rata-rata sapi betina yang masih produktif. Sepertinya ada aparat yang backup pak” beber HR.

Sementara Agus Supratman, Camat Lamba Leda Utara, saat dihubungi floreseditorial.com menuturkan, hanya terdapat satu pelabuhan di wilayahnya yang biasa digunakan untuk mengangkut ternak.

“Untuk pelabuhan ternak yang di wilayah Lamba Leda Utara hanya ada di wilayah Watu Roga Gongger. Sedangkan di tempat lain itu tidak ada,” kata Agus.

Menurutnya, pemerintah kecamatan Lamba Leda Utara belum mendapat informasi perihal adanya proses angkut hewan ternak lewat tempat lain selain di pelabuhan Watu Roga Gongger.

”Kalau dapat informasi atau petunjuk bahwa ada tempat lain selain di Watu Roga Gongger, akan kami ambil sikap dan lakukan penertiban,” tukas Mantan Kasubag Humas Pemkab Manggarai Timur itu.

Laporan: Firman Jaya

Artikel ini telah dibaca 335 kali

Baca Lainnya

Meski Telah di PHO, Proyek Gedung Baru RSUD Ben Mboi Ruteng Masih Banyak Kekurangan Volume

21 Januari 2022 - 06:14 WITA

Meski Pengerjaanya Belum Tuntas, Proyek Gedung Baru RSUD Ben Mboi Telah Diserahterimakan

20 Januari 2022 - 06:04 WITA

Rumah Warga di Kampung Golput Direndam Banjir, Puluhan Warga Mengungsi

19 Januari 2022 - 05:59 WITA

Proyek Pekerjaan Ruangan Baru di RSUD Ben Mboi Diduga Dipaksakan PHO

19 Januari 2022 - 04:44 WITA

Sukses Rebut Laki Orang, Bidan di Puskesmas Dampek Diduga Kencani Pria Satu Anak Asal Kota Komba

18 Januari 2022 - 04:45 WITA

Wartawan FEC Media Mendaftar Sebagai Anggota PWI

17 Januari 2022 - 05:01 WITA

Trending di Top News
error: Content is protected !!