Menu

Mode Gelap

PLTU Ropa · 15 Agu 2021 11:28 WITA ·

Dampak Buruk PLTU Ropa, Ferdy Hasiman: Nelayan dan Petani di Ende Terancam Kehilangan Pekerjaan


 Dampak Buruk PLTU Ropa, Ferdy Hasiman: Nelayan dan Petani di Ende Terancam Kehilangan Pekerjaan Perbesar

Ferdy Hasiman. (Net)



Ende, Floreseditorial.com – Masalah proses bongkar muat batu bara dari dermaga JT Mausambi menuju PLTU Ropa di Kabupten Ende, yang nyatanya tak sesuai  Standar Operasional Prosedur (SOP), mendapat tanggapan serius dari Peneliti Alpha Research Database, Ferdy Hasiman.

Menurut Ferdy Hasiman, Manager Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) PLN Wilayah Flores, Lambok Siregar, tidak profesional dalam mengelola kelistrikan Negara. Sebab, persoalan yang nampak, mulai dari proses pengangkutan hingga pengelolaan batu bara di PLTU Ropa kini semakin kompleks.

“Kesalahan sudah semakin sistematis mulai dari proses bongkar muat di dermaga JT Mausambi, hingga proses pengangkutan dan pengelolaan batu bara,” kata Fredy Hasiman, Sabtu (14/08/2021).

Ia menjelaskan, batu bara sisa produksi PLTU Ropa tentu akan menghasilkan limbah FABA (Denu Sisa Pembakaran batu bara,red) dan karbon yang diterbangkan ke udara dan berpotensi merusak lingkungan hidup sekitar wilayah atau area di mana PLTU itu berada.

“Mulai dari biota laut, tanaman pertanian, kehidupan masyarakat hingga kesehatan masyarakat,” kata Ferdy Hasiman.

Kata dia, dampak serupa tidak hanya dialami dan dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah PLTU Ropa, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, melainkan ada banyak PLTU – PLTU di Indonesia bahkan luar negeri yang merasakan dampak buruk dari pengangkutan dan pengelolaan batu bara.

Ia mencontohkan, masalah yang patut dijadikan rujukan salah satunya dari hadirnya PLTU Paiton yang mempunyai adaro dengan Jepang, yang  kini menuai protes masyarakat.

“Karena, limbah batu bara yang dihasilkan dari pengelolaan PLTU tersebut merusak lingkungan hidup masyarakat, hingga menyebabkan pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini nelayan – nelayan di sana sudah tidak bisa melaut lagi karena ikan – ikan sudah mati tercemar limbah batu bara. 

“Ya dampaknya akan sama seperti itu nantinya, Nelayan di Ende nanti tak bisa melaut dan kehilangan pekerjaan,” tutur Ferdy

Karbon Merusak Lingkungan

Menurutnya, sekitar 5 atau 10 kilometer dari wilayah PLTU Ropa pasti akan terkena dampak langsung dari karbon – karbon yang berterbangan dan akan sangat merusak lingkungan hidup sekitar.

“Sebenarnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende harus tertib dalam melakukan pengawasan dengan menertibkan PLTU Ropa agar pengelolaan batu bara tidak melahirkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup,” tandas Fredy.

“Untuk PLN UPK Flores, kalau sudah menggunakan PLTU harus berhati – hati dengan penggunaan batu bara. Karena kalau sudah menggunakan PLTU itu artinya resiko dari penggunaan batu bara sudah diketahui oleh PLN UPK Flores.

Katanya,  dalam pengambilan keputusan awal, PLN memutuskan menggunakan listrik dengan batu bara, mereka harus berhitung resikonya. 

“Karena mereka sadar bahwa batu bara itu resikonya tinggi, maka mitigasi resiko harus dibuat. Hanya memang bisnis orang NTT, intinya bawa saja batu bara ke NTT. Kan begitu bisnisnya orang NTT. Tidak pernah berpikir soal mitigasi resiko akibat dampak dari pengangkutan dan pengelolaan batu bara,” imbuhnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Diduga Dibackup Aparat, Puluhan Ekor Sapi Betina Produktif Asal Matim Diselundupkan ke Bima Setiap Minggu

20 Oktober 2021 - 13:59 WITA

Belasan Pasangan Remaja di Ruteng Kepergok Sedang ‘Gituan’ di Dalam Kamar Kos

20 Oktober 2021 - 07:19 WITA

Sampah Sak Semen Hingga Pakaian Dalam Bekas Pakai Hiasi Area Sekitar Pelabuhan Wae Wole

19 Oktober 2021 - 16:16 WITA

Akui Tumpahan Minyak dari Kapal Bermuatan Semen, Syahbandar Pelabuhan Wae Wole Minta Maaf

19 Oktober 2021 - 14:09 WITA

Dianggap Meresahkan, Forum Pemuda Terlaing Laporkan Doni Pareira ke Polres Mabar

18 Oktober 2021 - 06:59 WITA

Kapal Bermuatan Semen Kembali Membuang Limbah di Perairan Wae Wole

17 Oktober 2021 - 06:50 WITA

Trending di Top News
error: Content is protected !!