Menu

Mode Gelap

kepala sekolah · 20 Sep 2021 14:41 WITA ·

Banyak Kepsek Bermasalah di Manggarai Timur


 Banyak Kepsek Bermasalah di Manggarai Timur Perbesar

Ilustrasi. (Net)

Manggarai Timur, Floresediotiral.com – Mayoritas pengangkatan kepala sekolah (Kepsek) di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) bermasalah karena tidak mengantongi Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah (STTPPCKS) sebagaimana dimaksud pada ayat (7) Permendikbud No 6 Tahun 2018.

Diketahui, STTPPCK merupakan syarat mutlak agar seorang ASN bisa diangkat menjadi Kepala Sekolah.

Namun tak demikian di Kabupaten Matim, banyak kepala sekolah disinyalir tidak mengantongi syarat sesuai petunjuk Permendikbud tersebut.

Seperti yang diutarakan oleh seorang guru  disekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah kecamatan Borong, Senin (20/09/2021).

Guru yang enggan namanya enggan di mediakan itu mengatakan, dirinya bingung dengan regulasi pengangkatan kepala sekolah yang diatur oleh dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) kabupaten Manggarai Timur.

“Saya merupakan salah satu  guru ASN yang telah lolos dan memiliki sertifikat STTPPKS namun tidak diangkat menjadi kepalah sekolah. Sementara kepala sekolah yang ditempatkan di Sekolah saya mengajar dan belum lolos dalam program Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah, malah ditunjuk jadi kepala sekolah, ada apa dengan ini semua?,” katanya.

Menurutnya, di Manggarai Timur, dinas PPO kabupaten Matim lebih mementingkan nepotisme ketimbang regulasi yang telah ditetapkan dan berlaku nasional.

“Kami sebagai guru ASN sangat membutuhkan transparansi dalam menerapkan regulasi yang berlaku dalam proses pengangkatan guru ASN Menjadi kepala sekolah,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh seorang Guru asal kecamatan Lamba Leda Selatan.

Ia mengatakan bahwa, kepala sekolah di sekolahnya juga tidak memiliki sertifikat STTPPKS. 

“Tentu Kami berharap agar dinas PPO Manggarai Timur patuh pada regulasi yang berlaku,” imbuhnya.

Ditemui terpisah, kepala sekolah SMPN V Borong, Karel Kristen Arsima, mengakui bahwa dirinya belum mengantongi sertifikat STTPKS.

Senada, Hermanus Jehamat, Kepala Sekolah SMPN I Poco Ranaka yang juga mengatakan dirinya belum mengikuti pendidikan dan pelatihan Calon kepala sekolah. 

Sementara hingga saat ini, Kepala dinas PPO Kabupaten Matim, Basilus Teto, masih bungkam, dengan banyaknya kepsek yang tidak memenuhi standar Permendikbud di Kabupaten tersebut.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Diduga Dibackup Aparat, Puluhan Ekor Sapi Betina Produktif Asal Matim Diselundupkan ke Bima Setiap Minggu

20 Oktober 2021 - 13:59 WITA

Belasan Pasangan Remaja di Ruteng Kepergok Sedang ‘Gituan’ di Dalam Kamar Kos

20 Oktober 2021 - 07:19 WITA

Sampah Sak Semen Hingga Pakaian Dalam Bekas Pakai Hiasi Area Sekitar Pelabuhan Wae Wole

19 Oktober 2021 - 16:16 WITA

Akui Tumpahan Minyak dari Kapal Bermuatan Semen, Syahbandar Pelabuhan Wae Wole Minta Maaf

19 Oktober 2021 - 14:09 WITA

Dianggap Meresahkan, Forum Pemuda Terlaing Laporkan Doni Pareira ke Polres Mabar

18 Oktober 2021 - 06:59 WITA

Kapal Bermuatan Semen Kembali Membuang Limbah di Perairan Wae Wole

17 Oktober 2021 - 06:50 WITA

Trending di Top News
error: Content is protected !!