Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 19 Nov 2021 14:48 WITA ·

Asa Kemampuan Siswa, SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo Adakan English Competition


 Salahsatu peserta kegiatan  English Competition. (Foto: FEC Media / Roby) Perbesar

Salahsatu peserta kegiatan English Competition. (Foto: FEC Media / Roby)

Labuan Bajo, Floreseditorial.com – Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) St.Ignatius Loyola Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, mengadakan kegiatan English Competition dengan tema “Be A Hero Literacy And Digital Era In Super Priority Tourism Destination“, Jumat, (19/11/2021)

Kegiatan dilakukan dalam rangka memperingati hari pahlawan dan juga memperingati hari ulang Tahun PGRI kabupaten Manggarai Barat dengan melibatkan seluruh Siswa/ i SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo, dengan total peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 45 orang.

Kepala Sekolah Menengah Atas Katolik ( SMAK ) St. Ignatius Loyola Labuan Bajo, P. Gusty Naba SVD, mengatakan, dalam dua bulan terakhir ini SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo mengadakan dua kegiatan namun karena pandemi Covid 19 maka kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari ini.

“Kegiatan ini sebenarnya dalam rangka bulan bahasa dan juga hari pahlawan dan disatukan lagi dengan hari ulang tahun PGRI kabupaten Manggarai Barat,” ungkap Pater Gusty saat ditemui oleh media ini di ruang kerjanya, Jumat (19/11/2021).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan agar Siswa/i SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo dipersiapkan menghadapi persaingan di Labuan Bajo sebagai kota super premium.

“Kegiatan ini dibagi dua kategori yaitu story telling (menyampaikan cerita) dan Speech ( Pidato), dan kita mau siswa/i yang ada ini dipersiapkan menyongsong Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata premium. Sekolah juga punya andil menjawabi kebutuhan status Labuan Bajo sebagai kota wisata super premium ini”, lanjutnya.

Sementara itu ketua panitia kegiatan Eglish Competition, Syprianus Safardi mejelaskan, persiapan panitia dalam menyukseskan kegiatan tersebut dilakukan selama dua Minggu.

Dasar pertimbangan mengangkat tema tersebut, lanjut Sypri, adalah untuk menciptakan iklim komunitas belajar di lembaga pendidikan lebih khusus dalam berbahasa Inggris.

Sementara Largus Tamur, Salah seorang juri dalam kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai salahsatu cara untuk memperbaiki sekaligus menempa kemampuan berbahasa Inggris siswa.

“Potensi yang dimiliki oleh anak-anak sangat bagus sekali jadi saya tidak melihat hasilnya sekarang, tetapi ini satu langkah strategis yang paling bagus untuk mendrive mereka, jadi bagaimana anak-anak itu lahir kesadaran pariwisata lalu menggunakan kemampuan mereka dalam digital untuk mengkonversi message pariwisata itu ke masyarakat atau ke audien secara umum”, ungkapnya.

Laporan: Roby

Artikel ini telah dibaca 148 kali

Baca Lainnya

Intip Sederetan Prestasi SMPK Yosefa Labuan Bajo, Boyong Tiga Kejuaran Lomba Story Telling Hingga Masuk 10 Besar Juara Perlombaan Se-Regional Bali

28 November 2021 - 04:19 WITA

Peringati Hari Guru, Ini yang Dilakukan Civitas SMKN I Poco Ranaka

28 November 2021 - 02:53 WITA

SDK Jawang Rencanakan Pendirian Taman Baca

18 November 2021 - 12:40 WITA

Dukung Gerakan Literasi, YPF Salurkan 21 Ribu Buku dari Yayasan One Hope Indonesia di Matim

17 November 2021 - 04:15 WITA

Literasi Itu Vaksin Kemiskinan

12 November 2021 - 14:20 WITA

Mirip Kandang Kambing, Kondisi Ruang Kelas SDN Rahung Sangat Memprihatinkan

8 November 2021 - 04:41 WITA

Trending di Pendidikan
error: Content is protected !!