Menu

Mode Gelap

PLN · 3 Agu 2021 03:15 WITA ·

Aktifitas PLTU Ropa di Kabupaten Ende Tuai Protes Masyarakat


 Aktifitas PLTU Ropa di Kabupaten Ende Tuai Protes Masyarakat Perbesar

PLTU Ropa. (Foto: Vox NTT)


Ende, Floreseditorial.com – Aktifitas bongkar muat Batu Bara milik Perusahan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, kembali mendapat protes masyarakat setempat. 

Pasalnya, masyarakat yang menetap di empat Desa sekitar yakni Desa Mausambi, Desa Uludari, Desa Nira Nusa, dan Desa Keliwumbu, Kecamatan Maurole, menyebutkan, proses pengangkutan Batubara milik PLTU Ropa sangat mengganggu arus lalu lintas, kesehatan masyarakat, dan pertumbuhan tanaman, di wilayah pantai utara, Kabupaten Ende.

Hal ini terungkap saat sekelompok masyarakat yang berasal dari empat desa tersebut, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende, pada senin, (2/8/2021). Mereka menyampaikan protes terkait proses pengangkutan dari Mausambi menuju PLTU Ropa.

Masyarakat Desa Nira Nusa, Aloysius S. Hodo, kepada media ini mengatakan, sebelum kedatangan mereka untuk mengadu ke DPRD Ende, masyarkat telah membuat pertemuan yang melibatkan tokoh dari empat desa tersebut guna membahas dampak buruk dari aktifitas PLTU Ropa.

“Termasuk tingginya angka kecelakaan lalulintas, akibat hilir mudik kendaraan pengangkutan material batubara dari Mausambi menuju PLTU Ropa,” katanya.

Masyarakat saat mendatangi Kantor DPRD Ende. (Foto: FEC Media / Rian Laka)

Menurutnya, lalu lintas kendaran pengakutan batu bara juga menyebabkan polusi udara yang menyengat berupa debu, yang juga berdampak pada kesehatan masyarakat dan tanaman petani sekitar area jalur pengangkutan.

“Seingat saya, sudah tiga kali kecelakaan terjadi di wilayah kami, antara pengguna jalan dengan mobil pengangkut batu bara, karena sopir truk mengendarai kendaraan dengan kecepatan yang tinggi. Selain itu berdampak pada kecelakaan lalu lintas, hal ini juga berpotensi merusak badan jalan, karena terlalu sering dilewati kendaraan truk bertonase berat,” katanya.

Pindahkan Dermaga Kapal Tongkang

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Ende, Yohanes Marinus Kota, menjelaskan, dilihat dari kondisi lapangan, proses pengangkutan batu bara memang sangat sulit. 

“Karena harus menempuh jarak 18 kilo meter,” katanya.

Ia berharap, pihak pengelolah PLTU Ropa, segera merencanakan dan memindahkan dermaga kapal tongkang ke area yang berdekatan dengan kawasan PLTU Ropa.

“Sehingga memudahkan dan mengurangi dampak yang membahayakan bagi pengguna jalan, serta dampak lain seperti polusi udara agar tidak merugikan masyarakat,” kata Marianus Kota.

Kata dia, DPRD Kabupaten Ende akan melakukan penelusuran di lapangan untuk mengetahui persis kondisi yang terjadi di masyarakat.

“Dari hasil peninjauan di lapangan nantinya, secara kelembagaan kita akan mengeluarkan rekomendasi, untuk ditindaklanjuti baik oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan pihak PLTU Ropa,” tukas Yani Kota.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Warga Manggarai Timur Gantung Diri, Diduga Karena Himpitan Ekonomi dan Terlilit Utang

25 Oktober 2021 - 12:59 WITA

Diduga Dibackup Aparat, Puluhan Ekor Sapi Betina Produktif Asal Matim Diselundupkan ke Bima Setiap Minggu

20 Oktober 2021 - 13:59 WITA

Belasan Pasangan Remaja di Ruteng Kepergok Sedang ‘Gituan’ di Dalam Kamar Kos

20 Oktober 2021 - 07:19 WITA

Sampah Sak Semen Hingga Pakaian Dalam Bekas Pakai Hiasi Area Sekitar Pelabuhan Wae Wole

19 Oktober 2021 - 16:16 WITA

Akui Tumpahan Minyak dari Kapal Bermuatan Semen, Syahbandar Pelabuhan Wae Wole Minta Maaf

19 Oktober 2021 - 14:09 WITA

Dianggap Meresahkan, Forum Pemuda Terlaing Laporkan Doni Pareira ke Polres Mabar

18 Oktober 2021 - 06:59 WITA

Trending di Top News
error: Content is protected !!