Menu

Mode Gelap

News · 12 Des 2020 20:46 WITA ·

800 Warga Lembata Masih di Zona Merah Erupsi Ile Lewotolok


 800 Warga Lembata Masih di Zona Merah Erupsi Ile Lewotolok Perbesar

Erupsi Ile Lewotolok (Foto: Ben Kia Assan)


Lembata, Floreseditorial.com – Hingga hari ke-13 masa Tanggap Darurat Bencana (TDB) I Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Jumat (11/12/2020), tercatat lebih dari 800 warga Lembata masih berada di zona merah Kawasan Rawan Bencana (KRB) II dan III Erupsi Gunung Ile Lewotolok.

Data ini merupakan hasil rekap di Pos Keamanan yang didirikan pemerintah di Desa Watodiri, Kecamatan Ile Ape. Desa ini masuk KRB I yang aman, namun menjadi akses masuk ke desa-desa di Ile Ape Timur yang masuk KRB II dan III dari sisi timur lereng Gunung Ile Lewotolok. Belum terhitung jumlah pelintas pada Pos II melalui jalur barat menuju utara, yang dibangun di Desa Waowala Kecamatan Ile Ape.

Dalam catatan Pos Keamanan yang dipimpin Camat Ile Ape Timur, Nikolaus Watun, untuk hari Jumat (11/12/2020), pelintas tercatat sebanyak lebih dari 800 orang.

“Rata-rata mereka ke sana untuk kasih makan ternak. Tapi sebagian pergi untuk tanam jagung. Kita pantau dan kita data mulai dari jam masuk dan nanti jam keluar. Maksimal mereka pulang itu sekitar jam 7 malam. Lebih dari itu sudah sepi,” papar Nikolaus Watun, saat ditemui di pos tersebut, Jumat (11/12/2020) sore.

Aktivitas keluar masuk warga ke zona merah itu dipantau juga oleh Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur.

Pada Jumat (11/12/2020), Yance Sunur, mengunjungi Pos Keamanan tersebut. Ia didampingi Dandim 1624/Flores Timur, Letkol Czi Imanda Setyawan, dan Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marthen.

Terkait tingginya aktivitas keluar-masuk warga ke zona merah, Bupati Lembata meminta kerja sama semua pihak terutama Oetugas Pos Keamanan untuk mengefektifkan penjagaan dan pendataan.

“Mereka pergi pulang untuk kasih makan ternak dan tanam jagung. Tapi harus tetap dipantau dan didata. Terutama soal waktu. Jangan terlalu lama di sana. Tidak boleh sampai malam. Saya minta dukungan semua pihak untuk patuhi rekomendasi dari Pos Pengamatan (Pos Pengamatan Ile Lewotolok-PVMBG, red),” papar Yance Sunur. (san)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Sekda Matim Serahkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Berbasis Keluarga di Matim

22 Oktober 2021 - 09:32 WITA

Diduga Dibackup Aparat, Puluhan Ekor Sapi Betina Produktif Asal Matim Diselundupkan ke Bima Setiap Minggu

20 Oktober 2021 - 13:59 WITA

Belasan Pasangan Remaja di Ruteng Kepergok Sedang ‘Gituan’ di Dalam Kamar Kos

20 Oktober 2021 - 07:19 WITA

Sampah Sak Semen Hingga Pakaian Dalam Bekas Pakai Hiasi Area Sekitar Pelabuhan Wae Wole

19 Oktober 2021 - 16:16 WITA

Akui Tumpahan Minyak dari Kapal Bermuatan Semen, Syahbandar Pelabuhan Wae Wole Minta Maaf

19 Oktober 2021 - 14:09 WITA

Dianggap Meresahkan, Forum Pemuda Terlaing Laporkan Doni Pareira ke Polres Mabar

18 Oktober 2021 - 06:59 WITA

Trending di Top News
error: Content is protected !!