Menu

Mode Gelap

News · 30 Okt 2021 05:14 WITA ·

76 Tahun Indonesia Merdeka, Marukure Masih Gelap Gulita


 Potret kegelapan di salahsatu rumah warga di Kampung Marukure, Desa Lembur, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur (Foto: FEC Media) Perbesar

Potret kegelapan di salahsatu rumah warga di Kampung Marukure, Desa Lembur, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur (Foto: FEC Media)

Borong, Floreseditorial.com – Sebuah Kampung terpencil di Kabupaten Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur tak tersentuh pembangunan sejak negara Republik Indonesia merdeka dari penjajah.

Masyarakat Desa Lembur yang berada di Kecamatan Kota Komba itu sudah puluhan tahun tak menikmati listrik seperti daerah lainnya yang ada Indonesia.

Potret miris kehidupan masyarakat tidak tersentuh pembangunan hingga saat ini.

Masyarakat setempat, Ferdinandus Ufen, mengatakan, warga sudah merasakan kehidupan tanpa listrik sejak Indonesia Merdeka.

“Permasalahan yang dihadapi masyarakat selama 76 tahun harus rela hidup tanpa listrik. Demi bisa menerangi rumah kita terpaksa memakai lampu pelita,” kata Ferdinandus, saat ditemui pada Jumat (29/10/2021).

Selain itu, kata Ferdinandus, masyarakat harus bergotong royong menyambung kabel ke kampung sebelah jika ingin mendapatkan penerangan. Hal itu terpaksa dilakukan lantaran janji pemerintah tak kunjung terealisasi.

“Pernah datang sosialisasi, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” katanya.

Tak hanya permasalahan listrik, permasalahan buruknya infrastruktur juga dialami warga. Permasalahan itulah yang membuat masyarakat meninggalkan kampung halamannya dan memilih menjadi tenaga kerja ke negara tetangga demi menyambung hidup mereka.

Sementara Yohanes, seorang warga lainnya, mengaku ikut merasakan kurangnya perhatian pemerintah termasuk sektor infrastruktur seperti jalan.

“Ia jalan disini ekstrem, banyak batuan lepas,” katanya.

Ia bersama warga lainnya berharap agar kiranya pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, bisa lebih memperhatikan kampungnya dan warganya.

“Agar kampung kami sejajar dengan kampung lain. Yang paling utama adanya pembangunan di desa kami,” tukasnya.

Untuk diketahui, kampung Marukure terkenal dengan kampung penghasil bumi, untuk bisa menjangkau desa ini, bisa ditempuh selama kurang lebih 40 menit dari kota Borong dengan menggunakan kendaraan.

Artikel ini telah dibaca 46 kali

Baca Lainnya

Stefanus Gandi: Kabupaten Ngada Menjadi Role Model Pertanian di NTT

21 Januari 2022 - 13:25 WITA

Stefanus Gandi: Keberanian adalah Kunci  Menjadi Sukses

21 Januari 2022 - 08:22 WITA

Stefanus Gandi: Tidak Ada yang Lebih Kaya di Dunia Ini Selain Hati Kita

20 Januari 2022 - 12:05 WITA

Stefanus Gandi Institute Gemakan Literasi di Bumi Flores, Ini Kata Uskup Ruteng

20 Januari 2022 - 03:34 WITA

Tak Bayar Upah Kerja, Pemilik Bengkel Ancam Jual Kendaraan Dinas Pemkab Matim

19 Januari 2022 - 11:15 WITA

Mobil Ekspedisi Mitra Jaya Terbalik di Aimere, Begini Kondisinya

19 Januari 2022 - 09:35 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!