Menu

Mode Gelap

News · 20 Apr 2017 01:24 WITA ·

Pmkri Cabang Ende Bantah Surat Panggilan Polisi


 Pmkri Cabang Ende Bantah Surat Panggilan Polisi Perbesar

Ende-Floreseditorial.com. Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende membantah surat panggilan polisi terkait pemberlakuan pasal 315 KUHP tentang penghinaan ringan.
Menurutnya, polisi tidak konsiaten dalam memberlakukan pasal yang tidak sesuai dengan laporan kami. Ujar Presidium Gerakan Kemasyarakatan Pmkri Cab. Ende.

Seandainya Ahok Jadi Presiden

Karena, sesuai dengan keterangan pelapor, Bastian bata mengatakan, kami melaporkan terkait kasus pengancaman terhadap anggota aktivis Pmkri Cabang Ende dan kami tidak melaporkan tentang penghinaan ringan.

Presidium Gerakan Kemasyarakatan Pmkri Cabang Ende.


Namun, berdasarkan pada surat panggilan dengan nomor S.pgl/43/IV/2017/SABHARA, yang kami terima hari ini dari Kantor Kepolisian Resor Ende Unit Tipiring Satuan Sabhara.
Bahwa kami dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam perkara tindak pidana penghinaan ringan yang terjadi pada hari senin tanggal 09 mei 2016 tahun lalu.
Padahal, surat panggilan yang kami terima tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari laporan kami. Hal ini kami menilai bahwa kepolisian resor ende semakin tidak konsisten dalam pemberlakuan pasal yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Masa laporan kami sebelumnya tentang pengancaman, tetapi kini berbalik dengan penghinaan ringan. Lanjut dia, saya kira pasal 315 tentang penghinaan ringan tidak tepat dan tidak sesuai dengan laporan kami tentang pengancaman”.

Tentang Kronologis?

Presidium Germas Pmkri Cabang Ende, Angan riwu menjelaskan, saya kira tentang kronologis, kata-kata yang dilontarkan oleh kabag umum saudara abdulah langga yang mengatakan bahwa pukul, pukul, pukul saja merka, mahasiswa bodoh.

Slogan ‘Say no to plastic’ Aksi Peduli Ekologi Dari Flores Untuk Dunia

“Dari kata-kata yang dilontarkan oleh kabag umum tersebut membuktikan bahwa ada indikasi pengancaman dan sangatlah ironis jika indikasi pengancaman diganti dengan penghinaan ringan”.
Hal ini, sebetulnya polisi semakin tidak konsisten dengan aturan yang diberlakukan. Dan kami tetap meminta klarifikasi terkait surat panggilan tersebut. (Rian.FE)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Stefanus Gandi: Kabupaten Ngada Menjadi Role Model Pertanian di NTT

21 Januari 2022 - 13:25 WITA

Stefanus Gandi: Keberanian adalah Kunci  Menjadi Sukses

21 Januari 2022 - 08:22 WITA

Stefanus Gandi: Tidak Ada yang Lebih Kaya di Dunia Ini Selain Hati Kita

20 Januari 2022 - 12:05 WITA

Stefanus Gandi Institute Gemakan Literasi di Bumi Flores, Ini Kata Uskup Ruteng

20 Januari 2022 - 03:34 WITA

Tak Bayar Upah Kerja, Pemilik Bengkel Ancam Jual Kendaraan Dinas Pemkab Matim

19 Januari 2022 - 11:15 WITA

Mobil Ekspedisi Mitra Jaya Terbalik di Aimere, Begini Kondisinya

19 Januari 2022 - 09:35 WITA

Trending di News
error: Content is protected !!